IMCNews.id- Polisi mengamankan delapan orang dari kelompok Suku Anak Dalam (SAD) Temenggung Jang yang diduga terlibat dalam insiden bersenjata di Mapolres Merangin, Jambi.
Sejumlah senjata api rakitan atau kecepek turut disita. Kedelapan orang tersebut dibawa ke Polda Jambi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pengamanan ini merupakan tindak lanjut instruksi Kapolda Jambi Irjen Pol Widodo yang memerintahkan jajarannya menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kericuhan di lingkungan Mapolres Merangin dalam waktu 1 x 24 jam.
“Benar, 8 orang sudah diamankan bersama barang bukti senjata api rakitan dan dibawa ke Polda Jambi,” ungkap sumber di Polres Merangin dikutip dari JAMBIONE.COM.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi kepolisian berlangsung sejak Kamis pagi hingga sore. Delapan orang tersebut kemudian dibawa ke Polda Jambi pada Kamis malam untuk menjalani pemeriksaan.
Kapolda Jambi Irjen Pol Widodo sebelumnya menyayangkan insiden tersebut, terutama dugaan masuknya kelompok bersenjata ke lingkungan Mapolres Merangin.
“Dengan beraninya kok bisa masuk Polres. Itu saya sesalkan,” tegas Widodo saat memberikan keterangan di Polda Jambi, Kamis (29/10/2026).
Widodo memerintahkan jajarannya menindak pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kericuhan maupun perusakan. Ia juga menyoroti dugaan keterkaitan kelompok tersebut dengan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin.
Insiden bermula dari penindakan aktivitas PETI di kawasan Makam Pahlawan, Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin.
Polisi mendatangi lokasi sekitar pukul 13.00 WIB setelah menerima informasi masyarakat mengenai aktivitas tambang ilegal. Dalam penindakan itu, Unit Reskrim Polres Merangin mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut untuk diperiksa lebih lanjut.
Penangkapan itu kemudian memicu kedatangan sejumlah orang yang disebut berasal dari kelompok SAD Temenggung Jang. Mereka mempertanyakan penangkapan tersebut karena diduga mengira dua orang yang diamankan merupakan bagian dari komunitas mereka.
Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Effendi menjelaskan, kedatangan kelompok tersebut dipicu kesalahpahaman mengenai identitas orang yang ditangkap.
“Iya, ini para warga SAD itu mendatangi Polres karena mempertanyakan pelaku yang kita amankan itu. Mereka berpikir itu bagian dari mereka, ternyata bukan,” kata Kiki saat dihubungi, Rabu (28/10/2026).
Sekitar pukul 14.30 WIB, kelompok tersebut mendatangi Mapolres Merangin. Polisi berupaya menyelesaikan persoalan melalui mediasi dengan melibatkan Dinas Sosial Kabupaten Merangin. Namun, hingga sekitar pukul 15.00 WIB, mediasi belum menghasilkan kesepakatan dan kelompok itu membubarkan diri.
Situasi kembali memanas sekitar pukul 16.45 WIB ketika kelompok tersebut datang lagi dengan jumlah orang yang lebih banyak.
Dalam keterangan resminya, kepolisian menyebut sejumlah orang membawa senjata tajam dan senjata api rakitan. Mereka juga dilaporkan merangsek ke lingkungan Mapolres dan diduga menodongkan senjata kepada petugas.
Polisi kemudian melakukan langkah pengendalian hingga kelompok tersebut keluar dari area Mapolres. Situasi akhirnya berhasil dikendalikan. Kapolres Merangin sebelumnya menyatakan kondisi telah kondusif dan tidak terjadi kerusakan bangunan akibat insiden tersebut.
Selain mendalami insiden di Mapolres, polisi juga menyoroti dugaan adanya pihak yang melindungi aktivitas PETI di Merangin.
Kapolres Merangin Kiki Firmansyah Effendi menduga sebagian orang yang mendatangi Mapolres memiliki kaitan dengan upaya membekingi tambang ilegal tersebut. Ia bahkan menyebut kemungkinan adanya pihak yang membayar mereka.
“Meski bukan bagian dari mereka, kita juga menduga warga SAD ini ada indikasi membekingi PETI ini, dan sepertinya mereka dibayar,” ujar Kiki.
Dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan. Belum ada keterangan terperinci mengenai identitas pihak yang diduga memberikan imbalan maupun bukti yang mengonfirmasi adanya pihak yang mengendalikan kedatangan kelompok tersebut.***
Delapan Penyerang Polres Merangin Ditangkap, Sejumlah Senjata Api Rakitan Disita
Kapolda Jambi Perintahkan Tangkap Kelompok Bersenjata Penyerbu Polres Merangin
Kebakaran di Areal PT Samhutani, Jebus dan REKI Disorot: Polda Jambi Tangani 19 Kasus Karhutla
Perkumpulan Hijau Desak Polda Jambi Usut Insiden di Polres Merangin dan Bongkar Jaringan PETI
Polisi Tindak PETI di Merangin, Sejumlah Orang Bawa Kecepek Datangi Mapolres
Bertemu MUI, Kapolda Jambi Bahas Kamtibmas hingga Karhutla TNKS