KENALI.CO.ID, JAMBI – Warga Kelurahan Talang Gulo, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, dihebohkan dengan temuan ratusan ikan mati dan mengambang di aliran sungai setempat. Kondisi air yang berubah kecokelatan dan diduga bercampur minyak memicu kekhawatiran adanya pencemaran limbah.
Ketua RT 03 Kelurahan Talang Gulo, Selamet, mengatakan peristiwa tersebut diketahui warga pada Minggu sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, warga mendapat informasi bahwa sejumlah ikan mulai mengambang di permukaan sungai.
Awalnya, warga belum mengetahui penyebab ikan-ikan tersebut mati. Sejumlah warga bahkan sempat mengambil ikan yang ditemukan di aliran sungai.
Namun, kondisi air disebut semakin keruh dan berubah warna menjadi kecokelatan. Berdasarkan perkiraan warga, jumlah ikan yang mati mencapai ratusan ekor, dengan ukuran beragam, mulai dari ikan kecil hingga ikan berukuran besar.
Selamet mengatakan sumber dugaan pencemaran belum diketahui secara pasti. Ia menduga aliran air yang masuk ke sungai bisa berasal dari sejumlah saluran di sekitar kawasan tersebut, termasuk parit di sekitar Rumah Sakit Santa Theresia atau saluran air dari pinggir jalan.
Dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab perubahan kondisi air dan kematian ikan.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran warga, terutama terhadap kualitas air tanah yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Ketua RT 03 menyebut sebagian warga masih mengandalkan air sumur karena belum seluruh kawasan memperoleh akses air bersih. Kondisi sungai yang berubah warna membuat warga cemas akan kemungkinan dampak terhadap sumber air di sekitar permukiman.
Salah seorang warga, Sukaisi, juga mengungkapkan kekhawatirannya karena sumur gali miliknya berada tidak jauh dari sungai tersebut.
Ia turut mencemaskan keselamatan anaknya yang kerap bermain di sungai. Warga berharap kondisi air segera diperiksa agar penyebab kematian ikan dan potensi dampaknya terhadap lingkungan maupun sumber air warga dapat diketahui.
Hingga informasi dalam laporan ini disusun, penyebab kematian ikan dan dugaan pencemaran belum dapat dipastikan. Pemeriksaan kualitas air serta penelusuran sumber aliran yang diduga mencemari sungai diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Belum ada hasil uji laboratorium yang dicantumkan dalam materi laporan ini. Karena itu, dugaan keterkaitan saluran air tertentu dengan kejadian tersebut belum dapat dinyatakan sebagai penyebab pencemaran.
Polisi Tindak PETI di Merangin, Sejumlah Orang Bawa Kecepek Datangi Mapolres
Ekonomi Muaro Jambi Melambat: Ketika Proyek Besar Usai, Mesin Pertumbuhan Kehilangan Tenaga
Presiden Prabowo Dijadwalkan ke Jambi, Gubernur Al Haris Matangkan Persiapan HCS 2026
Skor Indeks Demokrasi Jambi Turun, Kesetaraan dan Kebebasan Disorot
Bertemu MUI, Kapolda Jambi Bahas Kamtibmas hingga Karhutla TNKS
Harga Sawit Naik, Panen Anjlok 30 Persen: Kemarau Tekan Produksi Petani Jambi
Warga Sebut Blokir SHM Zona Merah Sudah Dibuka Permanen, Pemkot Belum Terima Informasi