IMCNews.ID, Jambi - Angka Kematian akibat penyakit menular tuberkulosis (TBC) di Kota Jambi terbilang tinggi.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi mencatat jumlah pasien TBC selama tahun 2025 yang menjalani pengobatan sebanyak 1.972 orang.
Rincian 648 pasien dinyatakan sembuh atau menyelesaikan pengobatan, 104 pasien tercatat kasus pasien putus obat atau Loss to Follow Up (LFU).
Disamping itu, ada sebanyak 134 pasien meninggal dunia, satu pasien mengalami gagal pengobatan, dan 1.085 pasien masih menjalani pengobatan.
Makanya, pasien penderita TBC diminta untuk y idak memutus pengobatan. Pasalnya, tindakan itu dapat berdampak serius terhadap kesehatan pasien dan meningkatkan risiko penularan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Jambi Rini Kartika mengatakan pengobatan yang tidak tuntas berpotensi menyebabkan TBC resisten obat.
Sehingga nantinya memerlukan jenis obat yang lebih banyak dengan waktu pengobatan yang jauh lebih lama.
"Pengobatan TBC yang terputus sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan terjadinya kasus TBC resisten obat, yang jauh lebih sulit diobati akibat membutuhkan lebih banyak jenis obat, waktu pengobatan yang lebih lama, serta tetap berpotensi menjadi sumber penularan bagi lingkungan sekitarnya," katanya.
Dia juga mengaku pihaknya terus berupaya melakukan penelusuran untuk menemukan kasus aktif dengan melaksanakan investigasi kontak dan kunjungan rumah pasiennya
Tindakan itu untuk memastikan apakah individu yang memiliki riwayat kontak dengan pasien telah terinfeksi penyakit tersebut.
“Sehingga dapat segera dilakukan pemeriksaan dan pengobatan sejak dini,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa terapi TBC memiliki kekhasan berupa keberadaan Pengawas Menelan Obat (PMO) yang dipilih dari anggota keluarga pasien.
Sebab, risiko putus obat yang tinggi selama masa pengobatan sekitar enam bulan dan dapat berlangsung lebih dari satu tahun pada kondisi tertentu.
"TBC pada orang dewasa umumnya diawali dengan gejala batuk berdahak selama lebih dari dua minggu. Sementara pada bayi, balita, dan anak dapat ditandai dengan berat badan yang tidak bertambah atau pertumbuhan yang tidak sesuai usia,” sebutnya.
Makanya pasien dianjurkan menjalani pengobatan hingga tuntas, menggunakan masker selama hasil pemeriksaan dahak masih positif, meningkatkan asupan gizi keluarga, serta memastikan kondisi rumah memiliki ventilasi yang memadai. (*)
Kasus Pengadaan Zat Kimia Perumda Tirta Mayang Kota Jambi Seret Nama Sejumlah Pejabat
Bapemperda DPRD Jambi Konsultasikan Ranperda Pengelolaan Tahura ke Kemenhut
Soal PI Migas, Al Haris Ungkap Baru Satu Perusahaan Setuju Beri 10 Persen
Bocah Tenggelam di Sungai Batanghari Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Kepercayaan Pasar, Variabel Tak Kasat Mata yang Menentukan Arah Rupiah dan IHSG
Sambut Jamaah Haji Kloter 13, Gubernur Al Haris Minta Maaf atas Kekurangan Layanan
Prediksi Cuaca, Hujan Lebat Disertai Petir Diprakirakan Bakal Kembali Landa Jambi