Tiga Pelaku Pengeroyokan di Mandiangin Menyerahkan Diri, Ini Penjelaskan Kapolres Sarolangun

Senin, 06 November 2023 - 16:39:05 WIB

Kapolres Sarolangun AKBP Imam Rachman menerima tiga pelaku pengeroyokan yang diantar kepala desa, tokoh masyarakat dan orang tuanya masing masing.
Kapolres Sarolangun AKBP Imam Rachman menerima tiga pelaku pengeroyokan yang diantar kepala desa, tokoh masyarakat dan orang tuanya masing masing.

 IMCNews.ID, Sarolangun - Polres Sarolangun akhirnya berhasil mengamankan pelaku pembacokan dalam tawuran di SMAN 4 Mandiangin yang memicu warga Mandiangin memblokir jalan, Senin, 30 Oktober 2023 lalu.

Ketiga pelaku menyerahkan diri setelah dilakukan mediasi oleh pihak kepolisian dengan kepala desa dan tokoh masyakarat desa Rengkiling.

Data yang diperoleh menyebutkan, ketiga pelaku diantar ke Polres Sarolangun oleh kepala Desa Rengkiling Simpang, Herman, Kepala Desa Rengkiling Bakti, Sarpia, Tokoh Msyarakat Desa Rengkiling dan orang tua ketiga pelaku pada Senin (6/11/2023), sekitar pukul 12.00 Wib.

Selanjutnya, ke tiga pelaku langsung diterima oleh Kapolres Sarolangun AKPB Imam Rachman.  Ketiga pelaku masih berstatus pelajar, yakni, Dede Panduwinata (16), Arpan (16), dan Pajar (16). Ketiganya merupakan warga Desa Rengkiling Simpang.

Kapolres Sarolangun AKBP Imam Rachman dikonfirmasi membenarkan telah mengamankan tiga pelaku pengeroyokan yang menyebabkan 4 siswa dan satu guru SMAN 4 Mandingin terluka pada Senin, 30 Oktober lalu.   

‘’Saat ini ketiga tersangka masih dimintai keterangan oleh penyidik. Mereka diantar oleh kepala desa, tokoh masyarakat dan orang tua masing-masing ke Polres Sarolangun. Saya langsung menerima penyerahan mereka,’’ katanya.

Seperti diketahui tawuran antar pelajar yang menyebabkan 4 siswa dan satu guru SMAN 4 Mandiangin itu terjadi pada Senin, 30 Oktober 2023, sekitar pukul 08.30 Wib di kantin sekolah.

Kejadian itu berbuntut panjang. Pasca kejadian, Senin sore warga Mandiangin memblokir jalan lintas Sarolangun-Batanghari. Mereka menuntut polisi menangkap pelaku pembacokan.

Setelah dilakukan tiga kali mediasi, baru pada Selasa, 31 Oktober 2023 warga membuka jalan yang sudah mereka blokir selama 12 jam lebih.

 Warga mau membuka blokade jalan setelah Polres Sarolangun berjanji menangkap pelaku dalam waktu 3x24 jam atau tiga hari. Namun, pada Kamis 2 Oktober, sesuai batas waktu yang dijanjikan, ternyata pelaku belum berhasil ditangkap.

Selanjutnya Jumat, 3 Oktober 2023, warga Mandiangin kembali mau memblokir jalan. Namun, aksi warga tersebut dibubarkan paksa oleh pihak kepolisian sehingga terjadi bentrokan pada Jumat malam.

Sebanyak 7 orang warga diamankan dalam insiden tersebut. Satu diantaranya meninggal dunia, karena menurut keterangan polisi terjatuh ke dalam got akibat pengaruh minuman keras (Miras).        

Situasipun sempat memanas. Sabtu pagi 4 Oktober 2023, warga Mandiangin kembali memblokir jalan. Setelah dilakukan mediasi lagi, warga akhirnya mau membuka blokde jalan pada Sabtu sore.

Pada mediasi lanjutan, Sabtu malam, disepakati tidak ada lagi pemblokiran jalan. Warga menuntut enam warganya yang diamankan dilepas. (*)



BERITA BERIKUTNYA