IMCNews.ID, Jambi - Longsor terjadi di tambang batubara milik PT Kuansing Inti Makmur (KIM), di Desa Tanjung Belit Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo.
Akibat kejadian itu, dua orang pekerja dikabarkan tewas akibat tertimbun material longsor. Sementara dua lainnya mengalami luka-luka.Tambang tersebut dikelola anak perusahaan PT KIM, yakni PT Cipta Kridatama (CK).
Kedua korban tewas atas nama Suhanda Mulya alias Wanda (33) dan Agus Setiyono (32). Kedua korban merupakan karyawan PT Hanwa, Sub Kontraktor yang menangani penggalian tambang.
Jenazah Wanda baru ditemukan Tim SAR dan Polres Bungo dari timbunan longsor, Kamis (10/3/2022) pagi. Sementara dua karyawan lagi, Pirna Irwansyah (35) mengalami patah tulang kaki, dan Riwayat (42) hanya mengalami luka ringan dan trauma.
Keduanya merupakan karyawan PT CK yang bertugas sebagai operator eksavator. Selain empat korban, satu unit alat bor dan 2 ekskavator juga rusak tertimpa material longsor.
Data yang diperoleh dari kepolisian menyebutkan, longsornya area penggalian tambang batubara itu terjadi sekitar pukul 09.00 Wib.
Longsor terjadi diduga akibat tingginya curah hujan yang turun sejak Selasa. Saat kejadian Rabu pagi, sekitar pukul 06.30 Wib, keempat karyawan yang jadi korban mulai bertugas.
Agus Setiyono (pengawas blasting) dan Wanda (Mekanik) bermaksud melakukan pengecekan dan persiapan lubang titik ledak pada ketinggian +- 50 meter dari permukaan dasar jalan tambang.
Tiba-tiba dari ketinggian +- 100 terjadi longsoran material yang mengakibatkan kedua korban beserta satu unit alat bor (drilling) terseret longsoran material tanah hingga ke permukaan dasar tanah.
Sementara itu di seputaran terjadinya longsoran juga terdapat dua unit alat berat jenis eskavator yang sedang beroperasi. Dua operatornya, Pirna Irwansyah dan Riwayat ikut terseret longsoran material tanah.
Namun kedua korban berhasil menyelamatkan diri dari longsoran tanah tersebut. Pirna Irwansyah mengalami luka berat (patah kaki) sementara Riwayat hanya mengalami luka ringan.
Selanjutnya dua korban selamat dievakuasi tim rescue PT. CK dan PT. KIM. Satu korban lagi Agus Setiyono ditemukan sudah meninggal dunia. Sementara Wanda baru ditemukan Kamis (10/3/2022) kemarin, sekitar pukul 10.35 Wib. Kondisinya juga sudah meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke RS. Jabal Rahmah Muara Bungo untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Teknik Tambang PT KIM, Faskal Ibrahim membenarkan adanya karyawan yang tewas tertimbun longsor. Menurut dia, longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa sore.
"Semua korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk kepentingan selanjutnya," tutupnya. (*/IMC01)
Kasus Pengadaan Zat Kimia Perumda Tirta Mayang Kota Jambi Seret Nama Sejumlah Pejabat
Bapemperda DPRD Jambi Konsultasikan Ranperda Pengelolaan Tahura ke Kemenhut
Soal PI Migas, Al Haris Ungkap Baru Satu Perusahaan Setuju Beri 10 Persen
Bocah Tenggelam di Sungai Batanghari Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Kepercayaan Pasar, Variabel Tak Kasat Mata yang Menentukan Arah Rupiah dan IHSG
Sambut Jamaah Haji Kloter 13, Gubernur Al Haris Minta Maaf atas Kekurangan Layanan