Menhut Minta Aparat Terkait Waspada, Tingkatkan Patroli di Wilayah Rawan Karhutla

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:14:06 WIB

Ilustrasi pendingina n akibat kebakatan hutan dan lahan di Jambi beberapa waktu lalu.
Ilustrasi pendingina n akibat kebakatan hutan dan lahan di Jambi beberapa waktu lalu.

IMCNews.ID – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta apparat terkait meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kemungkinan kemarau ekstrem yang lebih panjang karena fenomena El Nino tahun ini.

“Tahun ini kita harus jauh lebih hati-hati. Adanya potensi kemarau yang lebih panjang akibat El Nino menuntut kewaspadaan tinggi dari kita semua,” kata Menhut dalam rangkaian Sidang ke-21 Forum Kehutanan Persatuan Bangsa-Bangsa (United Nations Forum on Forests/UNFF21) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, awal pekan ini.

Berdasarkan analisis data cuaca, diprediksi akan terjadi fenomena El Nino dengan intensitas rendah hingga moderat pada Juni 2026 yang berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih panjang.

“Saya meminta seluruh jajaran dan mitra terkait untuk tidak lengah dan terus meningkatkan patroli serta pemantauan di wilayah-wilayah rawan,” ujar Menhut.

Dia melaporkan capaian signifikan Indonesia dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menhut mengatakan bahwa dalam satu dekade terakhir, Indonesia telah berhasil mengurangi luas kebakaran hutan dan lahan sebesar 86 persen.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari penguatan sistem pencegahan dan peringatan dini yang terintegrasi, penegakan hukum yang tegas, serta pendekatan berbasis masyarakat di tingkat tapak,” akunya.

Di sisi lain, pada periode satu tahun terakhir (2024-2025), Indonesia mencatatkan penurunan luas karhutla yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Menhut, penurunan ini didorong oleh penguatan pemantauan titik panas (hotspot) dan respons cepat pemadaman oleh tim gabungan di lapangan.

Penekanan angka karhutla tidak bisa dilakukan oleh pemerintah pusat semata, tapi juga kerja sama yang erat antara masyarakat, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pencegahan dilakukan secara efektif sejak dini.

“Kolaborasi dan kesiapsiagaan adalah kunci. Kita harus memastikan bahwa angka karhutla dapat terus ditekan demi menjaga kelestarian hutan dan memastikan kualitas udara yang sehat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA