IMCNews.ID, Jambi – Pembangunan baru jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kota Jambi sudah mencapai 70 persen hingga akhir Januari 2026 ini.
Rencananya, tahapan uji coba akan mulai dilakukan pada Juni mendatang yang menjadi tahapan akhir sebelum gas bumi dialirkn langsung kepada masyarakat.
“Saat ini progres konstruksi sudah sekitar 70 persen. Jika tidak ada kendala berarti, estimasi Juni nanti sudah masuk tahap komisioning atau uji coba,” sebut Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kota Jambi, Hendra Saputra, Selasa (27/1/2026).
Dia optimis semua tahapan berjalan sesuai dengan waktu yang direncanakan sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat penggunaan gas bumi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Menurut dia, pada 2026 ini, pembangunan jargas di Kota Jambi menggunakan lama dengan total 13.325 sambungan rumah (SR).
Jumlah tersebut merupakan realisasi dari alokasi nasional yang telah ditetapkan sebelumnya.
Meski demikian, saat proses pendataan calon pelanggan, jumlah warga yang berminat tercatat jauh melebihi kuota sambungan yang tersedia.
“Memang saat pendataan, jumlah calon pelanggan lebih banyak dari realisasi yang dibangun tahun ini. Itu hal yang biasa terjadi, karena program jargas harus dibagi ke banyak daerah di Indonesia,” jelasnya.
Secara nasional, Kota Jambi tercatat sebagai daerah dengan jumlah sambungan jargas terbesar nomor dua di Indonesia.
Bahkan, realisasi sambungan rumah yang dibangun melampaui alokasi awal yang sebelumnya hanya sekitar 6 ribu sambungan.
“Awalnya alokasi hanya sekitar 6 ribu sambungan, namun realisasinya bisa mencapai lebih dari dua kali lipat. Ini menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap Kota Jambi cukup besar,” ungkapnya.
Dia mengaku telah mengajukan tambahan alokasi sambungan rumah ke Kementerian ESDM.
“Kemarin Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota langsung ke Kementerian ESDM untuk meminta tambahan alokasi 50 ribu sambungan rumah. Kita berharap ini bisa terealisasi tahun ini,” ujarnya.
Harapan tersebut realistis, mengingat pemerintah pusat saat ini juga menargetkan pembangunan 1 juta sambungan rumah jargas secara nasional.
“Biasanya daerah yang sudah eksisting jargas dan merupakan daerah penghasil akan diprioritaskan. Kota Jambi memenuhi kriteria tersebut,” jelasnya.
Tingginya antusiasme masyarakat juga menjadi faktor pendukung. Selama ini, minat warga terhadap penggunaan jargas dinilai sangat baik, tercermin dari tingkat kepatuhan pembayaran yang tinggi.
“Tingkat tunggakan pembayaran jargas di Kota Jambi hanya sekitar 4 persen. Angka ini sangat rendah dibandingkan daerah lain,” pungkasnya. (*)
Masuki Masa Purna Tugas, M Dianto: Maaf Kalau Ada Yang Kurang Berkenan Selama Bertugas
Ratusan Atlet Jalani Tes Kesehatan Jelang Pon Beladiri Sulawesi Utara Agustus 2026
Perlindungan Anak Dari Eksploitasi Seksual di Lingkungan Pariwisata
CJH Cadangan Gagal Berangkat Karena Tak Masuk Kuota, Begini Penjelasan Kemenhaj Jambi
SKK Migas dan Pertamina Verifikasi Lapangan Ribuan Sumur Minyak Rakyat di Jambi
Kejayaan Kapal Pinisi dan Daya Tahan Politik PSI di Samudra Poltik