*) Oleh: Bram Aprianto
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Provinsi Jambi tengah memasuki babak baru yang menarik. Di bawah kepemimpinan H. Romi Haryanto, sosok yang dikenal merakyat dan berpengalaman memimpin daerah, PSI Jambi menunjukkan tanda-tanda perluasan basis elektoral yang signifikan.
Jika sebelumnya partai ini identik dengan kaum muda perkotaan dan gerakan politik digital, kini arah kepemimpinan Romi mengisyaratkan strategi yang lebih inklusi menembus lapisan masyarakat dari milenial hingga petani di desa.
Romi Haryanto bukan sekadar figur politik biasa. Pengalaman panjangnya sebagai kepala daerah yang sukses membangun komunikasi lintas lapisan sosial menjadikannya modal berharga dalam mengubah wajah PSI di Jambi.
Ia memahami betul bahwa politik hari ini tak cukup hanya berbicara soal idealisme, tapi juga menyentuh kebutuhan riil masyarakat: akses ekonomi, lapangan kerja, dan kesejahteraan petani.
Daya tarik Romi justru terletak pada kemampuannya menjembatani dua kutub pemilih yang sebelumnya nyaris tak tersentuh oleh PSI. Di satu sisi, ia tetap mempertahankan semangat progresif kaum muda mendorong isu transparansi, meritokrasi, dan antikorupsi namun di sisi lain ia membuka ruang bagi aspirasi masyarakat akar rumput.
Dalam berbagai kesempatan, Romi menunjukkan kepeduliannya pada petani kecil, pedagang tradisional, dan pelaku UMKM, kelompok yang seringkali merasa jauh dari dunia politik modern.
Kehadiran Romi juga membawa perubahan gaya politik PSI Jambi yang lebih membumi dan kontekstual.
Ia tidak hanya berbicara di ruang media sosial, tetapi juga turun langsung ke lapangan, berdialog dengan masyarakat tani, nelayan, dan komunitas desa. Pendekatan ini menandai transisi penting dari PSI yang selama ini dikenal sebagai “partai wacana” menuju partai kerja nyata.
Dari perspektif elektoral, langkah ini sangat strategis. Basis pemilih Jambi sebagian besar masih didominasi oleh masyarakat pedesaan dan sektor pertanian.
Dengan menempatkan figur seperti Romi di pucuk kepemimpinan, PSI memiliki peluang memperluas daya jangkau politiknya di luar segmentasi tradisionalnya.
Milenial yang haus perubahan dan petani yang menuntut keadilan ekonomi bisa menjadi kombinasi kekuatan baru yang memperkuat posisi PSI dalam peta politik daerah.
Lebih jauh, kepemimpinan Romi Haryanto dapat menegaskan bahwa politik solidaritas bukan sekadar jargon urban, tetapi nilai yang hidup di tengah masyarakat Jambi.
Solidaritas sosial di kalangan petani, gotong royong di desa, hingga semangat kolaborasi antar generasi bisa menjadi cermin nyata dari ideologi PSI versi lokal: progresif namun berpijak pada realitas sosial.
Jika dikelola dengan baik, PSI Jambi berpotensi menjadi partai dengan basis elektoral paling dinamis di provinsi ini. Sinergi antara ide progresif kaum muda dan realitas keseharian masyarakat desa akan menghasilkan kekuatan politik yang segar, adaptif, dan autentik.
Dan di tengah kejenuhan publik terhadap politik lama yang elitis, wajah baru PSI Jambi di bawah H. Romi Haryanto bisa menjadi oase sebuah harapan bahwa politik masih bisa berpihak pada rakyat kecil, tanpa kehilangan idealisme perubahan.
Singkatnya, Romi Haryanto tengah memimpin transformasi PSI Jambi dari partai wacana menjadi partai kerja, dari partai kota menjadi partai rakyat.
Dan jika arah ini terus konsisten, bukan tidak mungkin PSI Jambi akan menjadi kekuatan politik baru yang menghubungkan masa depan milenial dengan perjuangan petani di tanah sepucuk Jambi sembilan lurah. (*)
*) Penulis adalah simpatisan PSI Jambi
Tiga Warga Jambi Korban Scam di Kamboja Dipulangkan, Satu Menghilang Saat Tiba di Jakarta
Sempat Dibantarkan, Bengawan Kamto Terdakwa Korupsi Kredit BNI Rp105 M Kembali Ditahan
Gandeng KI Jambi, LLDIKTI Sosialisasikan Keterbukaan Informasi Perguruan Tinggi Swasta
BMKG Ingatkan Kemarau Tahun Ini Lebih Kering Dibanding 30 Tahun Terakhir
Gubernur Al Haris: RKPD Provinsi Perlu Jaga Keselarasan dengan Target Nasional