IMCNews.ID, Jambi - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Deny JA merilis hasil survei terbaru untuk menggambarkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi yang akan dipaksakan 27 November 2024 mendatang.
Muhammad Khotib, peneliti LSI Denny JA saat merilis hasil survei, Jumat (22/11/2024) menyampaikan survei ini untuk memotret opini masyarakat.
“Ini juga sampling maka jumlahnya berdasarkan hitungan statistik dan tidak besar, tapi kami pastikan representatif terhadap populasi,” katanya mengawali rilis.
Kata dia, survei ini dilakukan pada periode 10-14 November 2024 dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden yang diambil sebanyak 1.200 responden dengan metode wawancara tatap muka menggunakan kuisioner dengan margin of error lebih kurang 2.9 persen.
Hasil survei yang mereka lakukan elektabilitas Al Haris secara personal jauh mengungguli rivalnya Romi Hariyanto.
Elektabilitas personal cagub, jika Pilgub Jambi dilaksanakan hari ini, kata dia, yang menyatakan memilih Al Haris 53,9 persen, sementara Romi Hariyanto 24,7 persen. Tapi ada 21,4 persen masih tidak tahu atau masih merahasiakan pilihan.
“Secara personal Al Haris punya potensi memenangkan Pilgub Jambi 2024. Tren elektabilitas Al Haris meningkat,” katanya.
Sementara elektabilitas berpasangan, Haris-Sani juga unggul jauh dibanding pasangan Romi-Sudirman.
“Ketika berpasangan, elektabilitas Haris-Sani 57,2 persen dan Romi-Sudirman 26,7 persen. Sementara yang tidak jawab atau rahasia 16,1 persen. Maka pasangan Haris-Sani berpeluang terpilih berdasarkan survei LSI Denny JA pada bulan November,” ungkapnya.
Kemudian untuk peta kekuatan pemilih pasangan calon, pemilih militan Haris-Sani mencapai 37,3 persen. Unggul dibandingkan pasangan Romi-Sudirman yang hanya 17,8 persen.
“Pemilih yang belum memutuskan atau ragu-ragu 44,9 persen,” jelasnya.
Dari sisi popularitas dan kesukaan, secara personal Al Haris memimpin dibanding calon lainnya. Tingkat popularitas Al Haris mencapai 89,8 persen dengan tingkat kesukaan 82,8 persen.
Kemudian tingkat popularitas Romi Hariyanto mencapai angka 68 persen dan tingkat kesukaan 74,6 persen.
“Sementara Abdullah Sani tingkat popularitasnya 64,4 persen dan tingkat kesukaan 84,3 persen. Terakhir Sudirman tingkat popularitasnya 38,1 persen dan tingkat kesukaan 70,7 persen,” ujarnya.
Survei ini dilakukan juga untuk memotret tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024. Hasilnya sebesar 76, 3 persen menyatakan pasti akan menyampaikan pilihannya di TPS.
Kemudian ada 31,7 persen pemilih memutuskan menentukan pilihan sebelum ke TPS. Lalu yang memutuskan menentukan pilihan setelah masa kampanye sebesar 11,7 persen.
“Yang menentukan pilihan pada masa kampanye ada 11, 7 persen dan yang sudah menentukan pilihan sebelum survei dilaksanakan 37,9 persen. Intinya mayoritas pemilih belum menentukan pilihan saat kami melakukan survei,” tegasnya.
Selain itu, ada sebanyak 56,8 persen masyarakat menilai bahwa wajar ada calon yang memberikan uang atau sembako. Lalu ada 48,8 persen masyarakat menganggap politik uang berpengaruh pada pilihan.
“H-5 pemilihan dari hasil survei yang kami lakukan bisa kami simpulkan pasangan Haris-sani unggul dari Romi-Sudirman. Karena popularitas Al Haris hampir di angka ideal. Bukan perkara mudah mengejar ketertinggalan dalam waktu yang dekat ini. Hampir semua segmen pemilih baik usia, gender, pendidikan dan partai, pasangan Haris-Sani unggul,” jelasnya.
Khotib mengakui bahwa Money Politic punya potensi merusak hasil survei yang telah dilakukan.
“Kami melihat memang ada fakta ada lebih dari 40 persen lebih hampir 50 persen masyarakat yang bisa dipengaruhi money politic,” ungkapnya.
Kemudian ada juga yang belum menentukan pilihan sebanyak 44 persen. “Dan bisa juga menjadi bola liar tergantung kandidat yang bisa mengambil ini,” tandasnya. (*)
Berujung Damai, SAD Sepakat Tak Lagi Ambil Sawit di Lahan PT SAL dan Tinggalkan Kecepek
KABAR DUKA! Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia Akibat Serangan Jantung
Polisi Bongkar Produksi dan Peredaran Kosmetik Ilegal Mengandung Merkuri
Gubernur Al Haris Dorong HKTI Jadi Lokomotif Gerakan Pangan di Jambi
Bawaslu Jambi Ingatkan Soal Penggunaan Hak Pilih dan Netralitas ASN