IMCNews.ID, Jambi - Keluarga mendiang Brigadir Nofriansh Yosua Hutabarat alias Brigadir J menjalani pemeriksaan oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri, Jumat (22/7/2022) di Mapolda Jambi. Mereka didampingi oleh penasehat hukumnya, Kamaruddin Simanjuntak.
Informasi yang diperoleh, ada puluhan pertanyaan yang ditanyakan penyidik kepada keluarga korban. Pemeriksaan dimulai sejak pukul 09.30 WIB.
Kamaruddin Simanjuntak ada bukti baru yang disampaikan pihak keluarga kepada penyidik Bareskrim Mabes Polri.
"Iya namanya pemeriksaan pastinya ada bukti baru. Akan tetapi masih kita rahasiakan belum bisa disampaikan masih dalam kepentingan penyelidikan," katanya, Jumat di Polda Jambi.
Dia mengungkapkan ada 11 orang yang diperiksa oleh penyidik. Di antaranya, 9 orang dari pihak keluarga korban dan 2 orang dari pihak luar.
Soal jadwal autopsi ulang jasad Brigadir J, Kamaruddin mengatakan direncanakan awal pekan depan.
"Kita sudah rapat dengan dokter dan kami sudah sepakat untuk autopsi. Di awal minggu depan itu diantara Senin atau Selasa," tegasnya.
"Saat ini tinggal lengkapi administrasi dari dokter, dan untuk tempat autopsi di pemakaman. Kita juga akan survei terlebih dahulu apakah layak di sana, kalau tidak layak kita akan pindah ke rumah sakit," tambahnya.
Dia meyakini akan ada tersangka dalam kasus ini. Mengingat banyak bukti baru yang sudah terungkap. Salah satunya seperti rekaman CCTV.
"Ada orang yang ditugaskan untuk mengambil recorder CCTV, sedangkan orang ini bukan polisi. Tentunya ada yang nyuruh, kan perumahan ini rumah polisi dan tentunya bukan orang biasa yang menyuruh pastinya petinggi besar. Saya tidak menuduh dan sara ada keturunan tionghoa itu yang jelas bukan polisi tetapi swasta," tutupnya. (IMC02)
Raih Opini WTP ke-14, Gubernur Al Haris Tegaskan Komitmen Perbaiki Tata Kelola Keuangan
Dua Terdakwa Kasus 58 Kg Sabu Dituntut Seumur Hidup Oleh JPU Kejari Jambi
Kasus Pengadaan Zat Kimia Perumda Tirta Mayang Kota Jambi Seret Nama Sejumlah Pejabat
Bapemperda DPRD Jambi Konsultasikan Ranperda Pengelolaan Tahura ke Kemenhut
Soal PI Migas, Al Haris Ungkap Baru Satu Perusahaan Setuju Beri 10 Persen
Tak Dapat Izin, Rencana Aksi 1.000 Lilin Untuk Brigadir J Batal Dilaksanakan