Gubernur: Penyusutan Danau Kerinci Bukan Akibat PLTA, Tapi Penurunan Curah Hujan

Jumat, 06 Februari 2026 - 12:08:03 WIB

Kondisi danau Kerinci yang menyusut tajam diduga akibat aktivitas PLTA PT Kerinci Merangin Hydro.
Kondisi danau Kerinci yang menyusut tajam diduga akibat aktivitas PLTA PT Kerinci Merangin Hydro.

 

IMCNews.ID, Jambi - Gubernur Jambi, Al Haris merespon penyusutan air Danau Kerinci yang terjadi awal 2026 ini.

Menurutnya, penyusutan itu bukan terjadi bukan semata akibat operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dari PT Kerinci Merangin Hydro (KMH).

Namun, menurut Haris, kondisi itu disebabkan oleh curah hujan yang minim terjadi.

"Saya ke Kerinci kemarin, melihat langsung. Pemicu pertama memang curah hujan minim sepanjang Januari. Kedua akibat air di pintu itu naik, kencang," katanya, Kamis (5/2/2026).

Haris mengatakan, keberadaan PLTA harus disambut positif karena menjadi penopang kemandirian energi listrik di Sumatera, khususnya Jambi.

Apalagi seperti terjadi pemadaman pada Mei tahun lalu akibat masalah di tiang Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

PLTA dari PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) turut memberikan kontribusi sehingga pemadaman panjang yang diprediksi bisa selesai.

Humas PLTA PT. KMH, Aslori menjelaskan pihaknya telah mengoperasikan turbin pembangkit listrik.

Menurutnya, penurunan muka air danau disinyalir akibat curah hujan relatif rendah di wilayah Kerinci dan sekitarnya.

Kurangnya curah hujan berdampak pada pasokan air dari Sungai Batang Merao serta sejumlah sungai penyangga lainnya yang bermuara ke Danau Kerinci.

“Minim hujan membuat suplai air ke danau berkurang signifikan. Padahal secara iklim, Kerinci seharusnya masih berada dalam fase basah hingga awal Februari 2026,” jelasnya.

Kepala BMKG Depati Parbo Kabupaten Kerinci, Kurnia Ningsih menjelaskan penurunan curah hujan di wilayah Kerinci dipengaruhi oleh fenomena cuaca regional.

Pertumbuhan siklon tropis banyak terjadi di selatan Jawa dan sebelah barat Australia, sehingga semua massa udara dibawa ke arah pusat siklon.

Ditambah lagi, faktor kecepatan angin yang kencang di Kabupaten Kerinci sehingga hujan jatuh di wilayah lain.

"Pertumbuhan siklon tropis banyak terjadi di selatan Jawa, angin kencang di Kabupaten Kerinci sehingga hujan jatuh di wilayah lain," ungkapnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA