Hingga Januari, Pembebasan Lahan Tol Jambi-Rengat Baru 4,83 Persen

Rabu, 04 Februari 2026 - 08:49:05 WIB

Rencana pembangunan jalan tol Jambi-Rengat yang akan membentang di beberapa Kabupaten di Jambi.
Rencana pembangunan jalan tol Jambi-Rengat yang akan membentang di beberapa Kabupaten di Jambi.

IMCNews.ID, Jambi - Pengadaan lahan untuk pembangunan jalan tol Jambi-Rengat baru mencapai 4,83 persen atau sekitar 102,71 hektare dari total kebutuhan lahan seluas 2.128,67 hektare.

Capaian itu terhitung hingga Januari 2026. Hal itu diketahui saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Provinsi Jambi, pekan lalu.

Menurut Direktur Jalan Bebas Hambatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementrian PU, Dedy Gunawan, meski masih dalam tahap perencanaan, seluruh dokumen teknis utama telah disiapkan.

“Dokumen feasibility study, detail engineering design, serta dokumen lingkungan sudah tersedia. Saat ini fokus kami adalah penyiapan skema kerja sama, pendanaan, dan percepatan pengadaan lahan,” ujarnya.

Jalan Tol Jambi–Rengat direncanakan memiliki panjang sekitar 198,13 kilometer. Ini merupakan bagian dari Tahap II pengembangan Jalan Tol Trans Sumatra.

Ruas ini diharapkan menjadi penghubung strategis wilayah tengah Sumatra, khususnya antara Provinsi Jambi dan Riau.

Berdasarkan perhitungan Kementerian PU, total investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp49,60 triliun.

Dedy menegaskan bahwa proses pengadaan lahan membutuhkan koordinasi intensif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait.

“Pengadaan lahan menjadi faktor penentu kelancaran proyek. Karena itu, kami mendorong sinergi lintas sektor agar prosesnya dapat dipercepat sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI ah Bakri menyampaikan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pengadaan lahan, khususnya di wilayah Provinsi Jambi.

“Secara institusi, Komisi V DPR RI siap membantu agar proses pembebasan lahan dapat berjalan lebih cepat. Kami melihat progres di Jambi cukup baik dan perlu terus dijaga,” katanya. (*)



BERITA BERIKUTNYA