Aparat Penegak Hukum dan Pemerintah Diminta Lebih Serius Tindak Aktivitas PETI

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:58:24 WIB

Penertiban aktivitas PETI yang dilakukan oleh kepolisian beberapa waktu lalu.
Penertiban aktivitas PETI yang dilakukan oleh kepolisian beberapa waktu lalu.

IMCNews.ID, Jambi - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menelan korban jiwa.

Delapan orang tewas di lubang tambang dan empat lainnya luka-luka setelah terjadi longsor tambang Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Senin (19/1) lalu.

Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum lebih serius melakukan penindakan aktivitas ilegal tersebut.

"Permasalahan itu sering menimbulkan korban jiwa, kita berharap kepada pemerintah setempat lebih giat lagi untuk melakukan penertiban dan pengawasan bersama APH setempat agar hal ini tidak terjadi lagi," katanya.

Menurutnya tambah ilegal sudah sangat meresahkan. Selain dampak lingkungan, aktivitas ini juga berdampak pada konflik sosial di tengah masyarakat.

"Kita ingin apapun bentuknya, tambang sumber daya alam sesuai dengan peraturan keselamatan yang ada," ujarnya.

Sebelumnya Gubernur Jambi, Al Haris mengaku prihatin atas peristiwa yang menimpa delapan korban di Sarolangun.

Menurutnya tambang lobang jarum yang digunakan untuk mencari emas punya risiko tinggi.

Pemerintah, kata Haris, telah memberi imbauan luntuk tidak memilih pekerjaan berisiko tinggi, seperti pencarian emas dengan pola penggalian lobang.

"Sudah dilarang. Silahkan mereka mencari emas, secara tradisional mendulang di sungai. Padahal selama ini mendulang hasilnya cukup baik, tetapi kenyataannya mereka memilih pendapatan lebih besar. Sistem penggalian, itu masalahnya," ungkapnya.

Selain mengancam keselamatan jiwa, aktivitas ilegal itu juga merusak lingkungan dan berpotensi memicu bencana ekologis.

“Kegiatan ini memang dilakukan warga untuk memenuhi kebutuhan ekonomi karena hasilnya cukup besar. Namun aktivitas tambang emas ilegal sangat membahayakan dan merugikan. Maka ini harus dihentikan,” tegasnya.

Gubernur menyatakan pemerintah provinsi terus memantau penanganan pascakejadian.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan aparat kepolisian yang turun langsung membantu proses pencarian dan evakuasi korban.

“Kita terus memonitor dan berterima kasih kepada pihak kepolisian yang terlibat langsung di lapangan. Kita harap ini juga ditindaklanjuti terhadap aktivitas PETI di wilayah tersebut,” sebutnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA