IMCNews.ID, Jambi - Gubernur Jambi, Al Haris mengaku prihatin atas musibah yang merenggut delapan nyawa akibat aktivitas Penabangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sarolangun, Senin (20/1/2026).
Bahkan ada empat orang lain yang terluka akibat peristiwa yang terjadi di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun itu.
“Ini sangat membuat kita merasa prihatin dan kita harapkan tidak terulang lagi,” ujar Al Haris, Kamis (22/1/2026).
Para pekerja tambang tewas tertimbun material longsor. Peristiwa itu menurut Haris membuktikan nyatanya bahaya yang mengancam para pekerja tambang ilegal.
Selain mengancam keselamatan jiwa, aktivitas ilegal itu juga merusak lingkungan dan berpotensi memicu bencana ekologis.
“Kegiatan ini memang dilakukan warga untuk memenuhi kebutuhan ekonomi karena hasilnya cukup besar. Namun aktivitas tambang emas ilegal sangat membahayakan dan merugikan. Maka ini harus dihentikan,” tegasnya.
Gubernur menyatakan pemerintah provinsi terus memantau penanganan pascakejadian.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan aparat kepolisian yang turun langsung membantu proses pencarian dan evakuasi korban.
“Kita terus memonitor dan berterima kasih kepada pihak kepolisian yang terlibat langsung di lapangan. Kita harap ini juga ditindaklanjuti terhadap aktivitas PETI di wilayah tersebut,” sebutnya. (*)
Cuaca Kian Memburuk Dampak Kabut Asap, Siswa PAUD/TK hingga Kelas 2 SD Diliburkan
Bukan Cuma Pemadaman, Tata Air Gambut Harus Jadi Pertahanan Pertama Hadapi Karhutla
Ribuan Titik Panas Kepung Area Konsesi, Monopoli Air Dituding Akar Rusaknya Ekosistem Gambut
Puluhan Perusahaan Berpotensi Kena Sanksi Rp15 Triliun Terkait Karhutla
Angka Desil Dinilai Tak Sesuai Kondisi Masyarakat, BPS: Terus Dimutakhirkan
Produksi Sampah Warga Kota Jambi Capai Hingga 400 Ton Tiap Hari