Gubernur Al Haris: Pemberian Gelar Adat Wujud Penghargaan dan Doa

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:57:49 WIB

Gubernur foto bersama unsur forkopimda yang menerima gelar adat.
Gubernur foto bersama unsur forkopimda yang menerima gelar adat.

IMCNews.ID, Jambi - Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menegaskan bahwa pemberian gelar Adat merupakan bentuk penghargaan Lembaga Adat Melayu Jambi Provinsi Jambi kepada para unsur Forkopimda dan seseorang.

Gelar itu sebagai tanda pengakuan sebagai anggota masyarakat adat yang disesuaikan dengan karakter/kebiasaan/keahliannya, dengan harapan dan doa sesuai dengan gelar adat yang diberi.

Gelar adat ini diberikan kepada tujuh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi oleh Lembaga Adat Melayu Jambi, yang berlangsung di Balairungsari LAM Jambi, Rabu (21/1/2026).

Acara diawali dengan Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi Jambi Hasan Basri Agus membacakan penganugerahan gelar.

Kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyematan pin, pemasangan selempang dan pemasangan Gordon dan kata penyisipan serta penyerahan keris oleh Gubernur Jambi Al Haris selaku Pembina LAM Jambi.

Kemudian penyerahan Piagam Gelar Adat dan buku pokok adat Melayu Jambi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani.

Selain itu, Gubernur Al Haris juga memberikan tepuk tawar serta dilangsungkan pula pengumuman adat.

Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa penghargaan yang diberikan kepada para unsur Forkopimda ini telah melalui proses dan pertimbangan yang panjang.

“Gelar menunjukkan bahwa Lembaga Adat Melayu Jambi begitu memuliakan para pembina-pembina, yang mereka ini disesuaikan dengan peran dan jabatan masing-masing,” ungkap Gubernur Al Haris.

Dia berharap melalui momen ini akan semakin memperkuat falsafah dan kearifan lokal yang terkandung dalam adat istiadat Melayu di Provinsi Jambi, yang dikenal dengan adat besandi syara’, syara’ besandi kitabullah.

Syara’ mengato adat memakai, serta sebagai pemandu bagi masyarakat Jambi dalam menjalankan kehidupan.

“Melalui sinergi kita bersama, insya Allah nilai-nilai budaya lokal dengan berbagai kearifannya dapat menjadi pemersatu dan mendukung berbagai program pembangunan di Provinsi Jambi. Kepada para Unsur Forkopimda yang dianugerahkan gelar adat ini dapat lebih memperkuat hubungan emosional dan silaturahmi antara seluruh unsur masyarakat, para pemangku adat Jambi, dan Pemerintah Provinsi Jambi,” harapnya.

Selain itu, orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut juga berharap seluruh unsur Forkopimda Provinsi Jambi selalu berkontribusi dalam memberikan sumbangan pemikiran.

Kemudian saran pendapat serta dedikasinya untuk melestarikan, membina, dan mengembangkan nilai-nilai adat istiadat dan kearifan-kearifan lokal di Provinsi Jambi.

Sementara itu, Ketua LAM Provinsi Jambi, Hasan Basri Agus menyampaikan bahwa penganugerahan gelar adat bukan seremonial, namun mengandung amanah, dan tanggung jawab moral.

"Yang menerima mesti menjadi teladan. Penganugerahan ini bukan hanya sah secara adat namun memiliki legitimasi hukum karena telah ada pada aturan," ujar HBA.

Ia juga berharap, melalui penganugerahan ini bisa makin kokoh kolaborasi dalam menjaga keharmonisan sosial masyarakat.

"Adat hadir sebagai mitra strategis negara dan merawat kearifan lokal anatara LAM Jambi dengan unsur negara. Dan Untuk gelar kehormatan kepada Sekda Sudirman merupakan penghargaan perannya yang baik dan loyal dalam menggerakkan roda pemerintahan,” pungkasnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA