IMCNews.ID, Jambi - Gubernur Jambi Al Haris memberikan apresiasi terhadap kontribusi Petrochina KKKS pada daerah, khususnya Provinsi Jambi.
Dia menilai Petrochina aktif berkontribusi di daerah operasionalnya. Dia memastikan dukungan pemerintah daerah dalam keberlanjutan operasional Jabung.
"Kita akan terus dukung dalam keberlanjutan operasional Jabung," katanya.
Untuk diketahui, saat ini Jabung menempati posisi ke tujuh dalam produksi minyak dan gas di antara KKKS lain di Indonesia. Ke depan wilayah kerja Jabung memiliki banyak target untuk dicapai.
Selain itu, SKK Migas menantikan peran Jabung yang lebih besar dalam peningkatan produksi dan pemanfaatan teknologi baru.
PetroChina International Jabung Ltd sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas telah memperpanjang kontrak sebagai operator Wilayah Kerja Jabung di Provinsi Jambi untuk periode 2023-2043.
PetroChina telah mengoperasikan wilayah kerja Jabung sejak 2002 dan membukukan produksi harian rata-rata yang stabil di atas 50.000 BOEPD sejak 2006.
Menurut dia, Jabung akan menjadi salah satu pilar penyokong upaya pemerintah Republik Indonesia mencapai target 1 juta BOPD dan 12 BSCFD gas di 2030. Dalam pengelolaan Jabung ke depan, PetroChina terus menempatkan keamanan operasi dan pekerja sebagai prioritas utama.
Diketahui Pada tahun 2022, PetroChina mencatatkan realisasi lifting harian rata-rata sebesar 15.618 BOPD minyak dan kondensat serta 173 MMSCFD gas. PetroChina juga telah memulai uji coba lapangan (field trial) CO2 Injection Huff & Puff di sumur minyak Gemah-6 di Wilayah Kerja (WK) Jabung di Tanjung Jabung Timur pada akhir 2022.
Jabung juga memiliki tantangan lain, yaitu usia blok yang menua yang bisa mengakibatkan penurunan produksi. PetroChina berkomitmen menggunakan teknologi-teknologi baru untuk mengatasi tantangan ini.
Di bawah pengawasan SKK Migas, PetroChina akan terus mengoperasikan wilayah kerja Jabung dengan PT Pertamina Hulu Energi Jabung, PT GPI Jabung Indonesia, dan PETRONAS Carigali (Jabung) Ltd, sebagai mitra. (*)
Lahan Eks Karhutla Ditanami Sawit, Al Haris Minta APH Usut Motif Pembakaran Untuk Perkebunan
Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Ungkap DPP Ilegal Tapping Pertamina EP Jambi
Sebut Dakwaan Jaksa Soal Pemerasan Rp55 Miliar Kabur, Febrie Minta Dibebaskan
DPRD Desak Pemprov Jambi Siapkan Usulan Pengelolaan Mangrove dan Gambut Terpadu
Hotspot Hanya Tersisa Dua Titik di Muaro Jambi, Patroli Karhutla Tetap Diintensifkan