Sekolah Lansia Pertama di Kota Jambi Dilaunching

Jumat, 11 Agustus 2023 - 11:09:32 WIB

IMCNews.ID, Jambi - Gubernur Jambi Al Haris bersama Walikota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME melaunching Sekolah Lansia pertama di Kota Jambi. 

Pada Sekolah Lansia ini Proses Belajar Mengajar akan diselenggarakan di Sentra Alyatama Jambi dan akan dimulai pada minggu ke-IV Agustus Tahun 2024.

Launching ini dirangkum sekaligus memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 Tingkat Provinsi Jambi, bertempat di Hutan Kota Muhammad Sabki, Kenali Asam Kota Jambi, Kamis (10/08/2023).

Dalam sambutannya, Al Haris mengatakan, keluarga adalah satuan terkecil di tengah-tengah kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. 

Ketika keluarganya itu sejahtera bahagia, terpenuhi sandang pangan dan tidak ada yang menganggu pendidikan anak-anaknya.

"Saya berharap, melalui Peringatan Harganas ke-30 Tahun 2023 ini, dapat meningkatkan sinergisitas, kolaborasi dan komunikasi dalam program lintas sektoral, mulai dari unit sosial terkecil yakni Keluarga, Masyarakat, Pemerintah, Swasta/Korporasi, Institusi Pendidikan/Universitas, dan Media Massa, dalam upaya mengerahkan segenap upaya dan bidangnya masing-masing," katanya.

"Mulai dari pemerataan ekonomi, pendidikan dan pemberdayaan perempuan hingga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan keluarga, guna percepatan penurunan prevalensi anak kerdil (Stunting) demi memantapkan kualitas SDM Provinsi Jambi khususnya dan Indonesia pada umumnya," sambungnya.

Menurut Haris, RPJMD Provinsi Jambi 2021-2026 telah menetapkan target penurunan prevalensi Stunting yang lebih rendah dari target Nasional sebesar 14 persen tahun 2024.

“Kondisi Stunting Provinsi Jambi berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022 sebesar 18,0 persen, merupakan urutan ke-7 (tujuh) terbaik dari 34 provinsi se-Indonesia dan lebih rendah dari angka Nasional sebesar 21,6 persen tahun 2022," sebutnya.

Dia menyebut, target pravelensi stunting Provinsi Jambi adalah 12 persen pada 2024. Dengan sisa waktu efektif 2 tahun kurang termasuk tahun ini, berarti harus menurunkan 3 sampai 4 persen per tahunnya.

Berdasarkan data pada akhir bulan Juli 2023, kata dia, sudah terhimpun 231 pemberi manfaat dengan 2.308 penerima manfaat yang terdiri dari Balita Stunting dan Keluarga Berisiko Stunting (KRS), dengan total paket bantuan bernilai Rp 799.715.800. 

Sementara Walikota Jambi, Syarif Fasha menjelaskan, Sekolah Lansia merupakan salah satu inovasi yang dibuat setelah pasca lansia nanti yang fokus menangani Stunting. 

“Kemudian Stunting ini harus dijadikan musuh bersama yang harus melibatkan seluruh komponen bangsa,” ujar Fasha. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA