MIMCNews.ID, Jambi - Misteri kematian KY, bocah 4 tahun di Kuburan Cina belum terungkap. Hingga saat ini polisi belum menangkap pembunuh bocah perempuan malang yang ditemukan dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) itu.
Kondisi ini membuat warga sekitar rumah korban khawatir. Nurlela, ibu mendiang KY, mengatakan ia dan keluarganya khawatir ada motif dendam di balik kasus tersebut. Tidak hanya itu, ibu menduga pelaku adalah 'predator' yang melakukan kekerasan seksual.
"Dugaan kami dua, dendam dan predator anak. Kalau motif dendam, mungkin sakit hati dengan keluarga kami," katanya, Senin (5/9/2022).
Dia khawatir anaknya yang lain menjadi korban berikutnya. Sebab dia masih punya dua anak lagi. Keduanya sama-sama masih pelajar. Tak mungkin bisa selalu mengawasi mereka
Tidak hanya Nurlela, warga sekitar juga merasakan hal yang sama. Warga sekitar pun saat ini membatasi anaknya keluar rumah atau bermain.
Bahkan, sejak kasus yang menewaskan bocah perempuan tersebut, para orang tua sengaja mengantarkan anaknya pergi ke sekolah.
"Anak kami berusia 2 tahun setengah dikurung terus. Sebelumnya tidak seperti ini. Pokoknya, takut. Mereka main, lalu dibawa orang, kita tidak tahu," tutur Fitri, tetangga KY.
Nah, demi mengungkap kasus ini agar terang benderang, tim gabungan Polda Jambi menggelar pra rekonstruksi terkait kasus yang menewaskan KY.
Pra rekonstruksi ini dilaksanakan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Sabtu kemarin.
Pra rekonstruksi ini sendiri dilakukan setelah 42 hari penemuan mayat bocah perempuan malang tersebut.
Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta mengatakan pra rekonstruksi tersebut bertujuan mendapatkan petunjuk untuk mengungkapkan kasus pembunuhan KY.
"Ini untuk menemukan hal yang memudahkan kita dalam proses penyelidikan hingga menemukan tersangka. Kami tidak berhenti sampai pra rekonstruksi. Kami akan terus bekerja agar bisa mengungkapkan perkara ini," katanya.
Ada 21 adegan yang diperagakan dalam pra rekonstruksi tersebut. Puluhan adegan ini diperankan oleh keluarga KY dan para saksi yang berjumlah sekitar 10 orang.
"Saksi-saksi ini memang yang mengetahui bahwa korban bermain bersama anak (tetangga) bernama Azril," kata Andri.
Ia mengakui bahwa ada kendala dalam penyelidikan kasus pembunuhan KY. Karena itu, ia berharap dari pra rekonstruksi ini pihaknya menemukan petunjuk.
“Yang pasti ada kendala, makanya rekan-rekan tidak ada hentinya melakukan evaluasi, dan melaksanakan pra rekonstruksi," tegasnya. (*)
Gubernur Al Haris Siap Tindaklanjuti Masukan DPRD Demi Kemajuan Jambi
Dede Perampok dan Pembunuh Nindia Pemilik Pajero Sport Hanya Divonis 19 Tahun Penjara
Diperkirakan Dihadiri Ribuan Massa, Pengurus PAN se Provinsi Jambi Dilantik Lusa Oleh Zulhas
Ketua DPRD Provinsi Jambi Soroti Aktivitas Ilegal Pemicu Banjir di Sarolangun
Pekerjakan Pembantu Sekarang Tak Bisa Sembarangan, Harus Lapor RT