IMCNews.ID, Jambi - Seorang pekerja dikabarkan tewas tertimbun saat melakukan galian pipa PDAM di jalan Kolonel Abundjani, Kecamatan Telanaipura di dekat Hotel Nusa Wijaya, Jumat (12/8/2022) siang lalu.
Hal ini menjadi sorotan dari Komisi III DPRD Kota Jambi. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya dalam proyek itu dipertanyakan.
Kejadian nahas itu dikabarkan terjadi saat korban tengah menggali tanah, namun galian runtuh hingga menimpa korban.
Saat kejadian, dikabarkan pekerja lain sedang sepi. Korban baru ditemukan sejam kemudian. Meski telah dilarikan ke rumah sakit tapi nyawa korban tak tertolong.
Hermawan, salah seorang rekan kerja korban membenarkan kejadian ini. Menurutnya, saat kejadian memang pekerja lain sedang sepi, sehingga tak melihat kejadian tersebut.
"Kalau dilihat memang tidak masuk akal, karena galian ini tidak dalam. Tapi kemungkinan pada saat gali tertimpa tanah atau batu," katanya.
Komisi III DPRD Kota Jambi sendiri langsung meninjau lokasi tersebut. Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Saiful menyebutkan juga kejadian tewasnya pekerja ini.
“Ada salah satu pekerja meninggal dunia. Ini memang sudah ajalnya, saat itu memang tidak terlalu banyak pekerja, karena akan memasuki waktu salat Jumat,” terang Saiful.
Untuk itu, ia meminta agar kontraktor dapat mengawasi pekerjaan untuk menjamin kualitas serta keamanan pekerja.
Sedangkan Wakil Ketua Komisi III, Kurniawansyah menyebutkan, karena ini merupakan sidak pertama di proyek tersebut, maka pihaknya akan memanggil pihak terkait terlebih dahulu.
“Akan kita panggil dulu, hari ini (kemarin,red) kita lihat sendiri pengawasan tidak ada. Tidak ada safety pengawas, kami juga tidak bisa menjawab lebih panjang. Akan kami panggil pihak terkait untuk mencari informasi lebih lanjut,” tegasnya.
Senada juga dikatakan M Yasir, Anggota Komisi III. Dia sangat menyayangkan situasi dan kondisi tersebut. Dia pun menyoroti pengawas proyek yang tidak ada di tempat.
“Dari segi K3 memang masih kurang layak, pengawas tidak ada gimana mau diawasi. Ini pekerjaaan risiko berat, kami tanya pekerja sampai sekarang pengawas tak ada di lapangan. Ini akan kami sampaikan ke PU, pengawas itu penting untuk melihat progres pekerjaan untuk melihat kesalahan-kesalahan pekerjaan, ini pekerjaan berat dan vital,” jelasnya.
Untuk diketahui, beradasarkan pantauan pada LPSE Kota Jambi, pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa distribusi HDPE di Jalan Kolonel Abunjani - Mayang tersebut dikerjakan ROS CV dengan nilai kontrak Rp3.844.783.000. (IMC01)
KABAR DUKA! Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia Akibat Serangan Jantung
Polisi Bongkar Produksi dan Peredaran Kosmetik Ilegal Mengandung Merkuri
Gubernur Al Haris Dorong HKTI Jadi Lokomotif Gerakan Pangan di Jambi
Menaker Ingatkan Itjen Jangan Cuma Cari Temuan Tapi Harus Cegah Masalah
Tiga Warga Jambi Korban Scam di Kamboja Dipulangkan, Satu Menghilang Saat Tiba di Jakarta
Instruksi Gubernur Diabaikan, Pabrik Masih Beli TBS di Bawah Standar