IMCNews.ID, Jambi - Permohonan pengurusan paspor untuk keberangkatan ke luar Negeri, di Kantor Imigrasi Kelas III Kerinci, beberapa pekan terakhir mengalami peningkatkan.
Berdasarkan data dari kantor Imigrasi Kelas III Kerinci, angka permohonan pengurusan Pasport perharinya mencapai sekitar 70-80 orang.
Kartoni salah seorang warga Kerinci, menuturkan bahwa dirinya melakukan pengurusan paspor untuk melancong ke Malaysia untuk mencari pekerjaan.
"Hari mulai saya ajukan untuk mengurus paspor, semuanya syaratnya sudah saya bawa. Rencana saya akan berangkat ke Malaysia," ujarnya.
Menurutnya untuk jalur masuk ke negara Jiran Malaysia saat ini sudah mulai dibuka oleh pihak negara Malaysia. "Makanya saya mengurus paspor, untuk mencoba mengadu nasib di Malaysia," sebutnya.
Sementara itu, M.Rizki Hidayat, Kasubsi TI dan Inteldakim Imigrasi Kerinci, mengatakan bahwa untuk Permohonan Pengurusan paspor beberapa bulan terakhir terjadi peningkat yang signifikan.
"Ya, beberapa bulan terakhirnya memang meningkat, Rata-rata yang banyak melakukan permohonan paspor dengan tujuan malaysia baik bekerja maupun kunjungan keluarga, termasuk untuk Umrah," jelasnya.
Menurutnya meningkatkanya angka pengurusan paspor salah satunya dipicu dibukanya Kunjungan wisatawan antar negara seperti negara Jiran seperti Malaysia. Hal tersebut karena sudah terkendalinya kasus Covid-19.
"Rata-rata setiap harinya berkisar sekitar 70-80 orang yang mengajukan setiap harinya. Kalau sebelum lebaran Idul Fitri 1443 H lalu angka pemohonan paspor hanya 20-30 orang," tandasnya. (IMC01)
Gubernur Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat dan BTN Bungo Green City
Dapat Sinyal Restu Dari DPP Nasdem, Fasha Nyatakan Kesiapan Maju di Pilgub Jambi
Pengurus DPW Nasdem Provinsi Jambi Dilantik, Ditarget Tambah Perolehan Kursi Legislatif
Perkuat Konsolidasi, Golkar Jambi Bentuk Panitia Pelantikan, Rakerda hingga Bimtek
Sisir PETI di Kawasan Geopark Merangin, Tim Gabungan Temukan Empat Rakit yang Ditinggalkan
Seleksi Pendamping Bedah Rumah Oleh Dinas Perkimtan Provinsi Jambi Kembali Dikritik