IMCNews.ID, Jabar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyampaikan hasil analisa bahwa kejadian tanah ambles yang menyebabkan bangunan rumah roboh bukan karena faktor alam, melainkan lahannya bekas sumur dan kolam lalu diuruk, yang diduga tidak kuat menahan beban bangunan di permukaan.
"Penyebabnya bukan faktor alam, itu karena awalnya sumur dan bekas tanah urukan," kata Kepala BPBD Kabupaten Garut Satria Budi saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Jumat (10/6).
Ia menjelaskan BPBD Garut sudah menerima laporan adanya kejadian tanah ambles di rumah warga, Kampung Lewo Wetan, Desa Lewo Baru, Kecamatan Malangbong.
BPBD Garut maupun aparatur pemerintah kecamatan dan desa setempat, kata dia, sudah meninjau langsung rumah warga yang rusak akibat tanah ambles tersebut.
Ia menjelaskan hasil sementara dari peninjauan di lapangan dan keterangan dari pemilik rumah bahwa lahan yang dibangun menjadi rumah merupakan lahan urukan bekas kolam.
"Rumah tersebut dibangun di atas tanah urukan bekas kolam. Tanah yang ambles tersebut merupakan awalnya sumur berubah fungsi menjadi 'septic tank'," katanya.
Ia menyampaikan hasil kajian itu disimpulkan bukan peristiwa kategori bencana alam, daerah tersebut juga bukan kawasan rawan bencana.
"Lokasinya juga bukan di kawasan rawan bencana alam, jadi kejadian di sana biasa saja," kata Satria Budi .
Sebelumnya, rumah warga tiba-tiba roboh di Kampung Lewo Wetan, Desa Lewo Baru, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Rabu (8/6).
Dalam rumah roboh itu terdapat lubang yang cukup besar, beruntung kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Sejumlah warga bergotong royong untuk menutup lubang sumur itu agar tidak membahayakan masyarakat setempat. (IMC02/ant)
PERWOSI Jambi Kembali Raih Gelar Juara Nasional Senam Kreasi 2026
Gubernur Jambi Sebut Lulusan Poltekkes Jadi Bagian Penting Penguatan SDM Kesehatan
Pemprov Jambi Dukung Inovasi Tanam Bambu di Lahan Gambut Cegah Karhutla
Atasi Macet Jambi: Mulai dari Penataan Simpang Sebidang, Bukan Beton Layang
Kementan Perlu Fokus Penanganan Pascapanen Atasi Kenaikan Harga Cabai