IMCNews.ID, Jambi - Aliansi Mahasiswa se-Provinsi Jambi kembali melakukan demonstrasi di kantor DPRD Provinsi Jambi, Rabu (30/3). Ini merupakan aksi ketiga yang dilakukan mahasiswa sejak tiga hari lalu. Puluhan massa menggunakan almamater biru khas UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Dilengkapi pula dengan bendera BEM UIN STS dan spanduk tuntutan.
Mereka meminta bertemu dengan DPRD. " Kami menuntut stabilitas harga minyak goreng, penuntasan masalah PETI, dan implementasi Jambi Mantap 2024," kata korlap aksi saat berorasi. "Kalau hari ini tak selesai juga masalah ini, kami akan turun sampai ramadhan dan lebaran. Lebaran pertama kita DPRD," sambungnya.
Mahasiswa menduga tak selesainya masalah yang mereka tuntut karena ada keterlibatan elit Provinsi Jambi. "Minyak goreng sekarang masih langka. Kalaupun ada, tapi harganya mahal," kata orator.
Dia mempertanyakan, Provinsi Jambi merupakan produsen minyak goreng terbesar, tapi kenapa minyak goreng masih mahal dan langka? Dia meminta kepada DPRD Provinsi Jambi bersinergi dengan rakyat mengatasi persoalan minyak goreng. "Kalau hari ini wakil rakyat tak bela rakyat, maka kami akan melakukan aksi lanjutan," tambahnya.
Bahkan mereka mengancam jika DPRD Provinsi Jambi tak bela rakyat, maka mahasiswa akan melakukan aksi menurunkan para wakil rakyat tersebut. " Kami akan melakukan aksi lanjutan menurunkan DPR. Karena kami hanya ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat," sebutnya.
Setelah melakukan orasi, para mahasiswa tersebut ditemui Gubernur Jambi Al Haris dan Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto. Dialog Pun dilakukan di Lapangan Kantor Gubernur.
Al Haris menyatakan bangga mahasiswa membantu mengawal Provinsi Jambi. "Minyak goreng di Jambi kita tersedia. Jambi salah satu penyumbang terbesar di Sumatera. Masalahnya, kemarin HET yang ditetapkan. Sekarang itu sudah dicabut pemerintah," katanya.
Menurut Haris, pemprov telah memanggil 12 distributor minyak goreng dan 1 pemilik tunggal. ‘’Mereka mengatakan kita punya cukup stok untuk Provinsi Jambi," katanya. Untuk minyak goreng curah, lanjut Haris, permasalahan saat ini adalah tangki untuk menampung tidak ada."Jadi stok minyak goreng di Jambi saya jamin tidak kurang," ujarnya.
Lalu, mengenai PETI, Haris mengaku sudah menyurati Menteri ESDM. Dia berharap ada izin tambang rakyat. Yang tidak menggunakan alat berat dan merkuri. Tapi dulang alat kampung dan mempunyai izin."Insya Allah ini terlaksana. Kita atur dengan baik. Dan masyarakat aman," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Haris juga mengungkapkan tahun ini ada 121 desa yang akan dialiri Internet Desa."Target kami sampai 2024 desa blank spot tuntas," ujarnya.
Kemudian masalah beasiswa, menurut Haris, ada beasiswa miskin. Bagi yang tamat SMA masuk S1 boleh mengajukan asal ada keterangan miskin. "Ini gratis sampai tamat. Anak SMA dan SMK ada juga beasiswa. Ini bentuk kita ingin merata. Saya minta tolong kawal kami dan bantu kami," tambahnya.
Lalu Haris melanjutkan, bagi mahasiswa yang mau usaha, ada UMKM millenial dengan bantuan RP 25 juta untuk satu kelompok."Bantuan UMKM millenial ini sedang disiapkan Juknisnya oleh SKPD," katanya.
"Saya dilantik cuma 3,5 tahun. Saya tidak mikir dua periode. Saya mikir Jambi sukses hari ini,"pungkasnya. (*)
Berulang Kali Ingkar Janji, Oknum Kadus Dilaporkan Atas Dugaan Penggelapan Emas
Gubernur Al Haris Lepas Tim DBL Jambi, Siap Harumkan Nama Daerah di Ajang Nasional
Sekda Provinsi Sudirman Ditetapkan Sebagai Komisaris Utama Bank Jambi Dalam RUPS-LB
Polda Jambi Dalami Dugaan Keterlibatan Tiga Anggota Dalam Kasus Rudapaksa