Danrem Ungkap Tak Ada Tindakan Tegas di Papua

Jumat, 28 Januari 2022 - 12:34:03 WIB

IMCNews.ID, Jakarta - Tiga prajurit TNI gugur dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (27/1/2022) kemarin. 

Satu diantaranya diketahui berasal dari Jambi, yakni Pratu Tuppal Halomoan Baresa, anggota Batalyon Infanteri Raider 408/Suhbrastha (Yonif Raider 408/SBH). 

Dua prajurit TNI lainnya yang gugur, yakni Serda Rizal dan Pratu Rahman. Keduanya juga anggota Yonif R 408/SBH. 

Ketiga Prajurit TNI itu gugur setelah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang Pos TNI di Bukit Tepuk, Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak. 

Komandan Korem (Danrem) 174/ATW, Brigjen TNI Bangun Nawoko mengungkapkan pola penanganan di Papua telah berubah dengan pelaksanaan tugas lebih dititikberatkan pada pembinaan teritorial dan komunikasi sosial (komsos). 

"Untuk itu kita ubah konsep operasi dengan lebih sederhana," katanya. 

Berdasarkan keterangan resmi Pendam XVII/Cenderawasih, Jumat (28/1/2022) , Danrem 174/ATW Brigjen TNI Bangun Nawoko selaku Komandan Pelaksana Operasi (Dankolakops) Sektor Selatan Papua mengunjungi Pos Kotis Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 123/RW di Kampung Sipias, Distrik Elikobel Kabupaten Merauke.

“Indikator keberhasilan tugas yaitu tidak adanya pelanggaran, melaksanakan tugas sampai selesai dalam keadaan aman dan rakyat Papua menangisi saat kalian kembali ke satuan asal," ujar Danrem.

Danrem mengajak prajurit TNI AD mengubah pola operasi itu dengan sederhana yaitu Baktiku Untuk Papua.

"Selama tugas di Papua ini akan selalu mencintai rakyat Papua, melindungi rakyat Papua, membantu rakyat Papua serta menjaga harkat dan martabatnya orang Papua," kata Danrem.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 123/RW mengatakan kunjungan Danrem kali ini adalah untuk berpamitan karena akan pindah tugas menjadi Waasops Kasad di Markas Besar Angkatan Darat Jakarta. (IMC01) 



BERITA BERIKUTNYA