IMCNews.ID, Jambi - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi merefocusing Dana Alokasi Umum (DAU) untuk penanganan covid-19 tahun 2021 senilai Rp675,3 miliar.
Sayangnya, hanya 30 persen dari anggaran tersebut yang terserap atau digunakan. Sekda Kota Jambi mengakui hal ini.
"Sisa anggaran itu bakal jadi Silpa," katanya.
Menurutnya, kasus Covid-19 di Kota Jambi tak terlalu besar atau meledak sehingga merupakan keberhasilan Pemkot Jambi dalam penanganan Covid-19.
Sementara untuk tahun depan, Pemerintah Kota Jambi menambah alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan dan pencegahan penularan COVID-19 senilai Rp10 miliar.
Kepala Bappeda Kota Jambi, Suhendri mengatakan bahwa APBD 2022 merupakan upaya lanjutan yang tetap difokuskan pada penanganan Covid-19.
"Kita harus tetap melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanganan Covid-19. Artinya bahwa bidang kesehatan mendapat alokasi anggaran yang cukup, untuk melakukan pendelegasian tugas pemerintah dalam hal penanganan masalah kesehatan di Kota Jambi," jelasnya.
Selain itu juga, APBD 2022 diarahkan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi pasca pandemi. Seperti di sektor pariwisata dan infrastruktur.
"Tema pembangunan tahun depan adalah Peningkatan Daya Saing Pariwisata dalam Upaya Pemulihan Ekonomi Daerah," ujarnya. (IMC01)
Febrie Adriansyah Diserahkan ke JPU Kejari Jaksel, Segera Dilimpahkan ke Pengadilan
Malahayati Tidak Membagikan Sapi Limosin: Ketika Analogi Sejarah Perlu Diuji
Atlet Petanque Jambi Topan Satria Dipanggil Ikuti Seleksi World Cup 2026
Gubernur Minta Veteran Tak Berhenti Mengabdi, Wariskan Semangat Juang ke Generasi Muda
Gambut Londerang Kembali Terbakar, Al Haris Turun ke Lokasi Uji Zat Pemadam Api