IMCNews.ID, Muara Sabak - Proses praperadilan yang diajukan KPU Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) terhadap penggeledahan dan penyitaan oleh Kejari Tanjabtim akan memasuki tahap akhir, hari ini, Senin (1/11/2021).
Ketua Majelis Hakim Tunggal, Adji Prakoso, SH akan membacakan kesimpulan dan putusannya. Sebelumnya, dalam beberapa sidang selama 7 hari, kedua belah pihak baik KPU Tanjab Timur maupun Kejari Tanjab Timur terus aktif menghadiri setiap agenda.
Saat pemeriksaan saksi, pada Kamis (28/10/2021) lalu, berbagai pertanyaan dilontarkan kedua belah pihak kapada saksi bernama Hasbullah (Bendahara KPU) dan Markah (tenaga honorer).
Saksi atas nama Hasbullah saat ditanyakan oleh kuasa hukum KPU selaku pemohon, Tengku Ardiansyah, soal apakah saksi pernah atau tidak diperiksa Tim Kejari.
Saksi menjawab pernah, dan telah dipanggil pada tanggal 16 Juli 2021. Kemudian diminta hadir lagi pada tanggal 19 Juli 2021.
Saksi juga mengaku telah memberikan berkas-berkas atau dokumen yang diberikan pada tanggal 26 Juli 2021. Namun tidak ada Berita Acara serah terima pada saat berkas-berkas tersebut.
"Berkas yang diberikan adalah berkas yang asli semua. Saya yang mengantarnya bersama staf KPU ke Kantor Kejari," katanya.
Kemudian Hasbullah juga mengaku, berkas yang diminta sebelumnya adalah berkas yang sama saat Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejari Tanjabtim melakukan penggeledahan pada tanggal 29 September 2021.
Kata dia, sehari sebelum penggeledahan berkas tersebut dikembalikan terlebih dahulu oleh Kejari.
"Kami diminta menjemput berkas itu di Kantor Kejari pada tanggal 28 September setelah jam kerja. Yang pergi mengambilnya saya sendiri, pak Sumardi (Sekretaris KPU), Markah dan staf yang lain," ucapnya.
Kemudian saat penggeledahan saksi mengaku mendapat tindakan yang tidak humanis. Saksi mengaku ditusuk menggunakan tongkat di bagian perut oleh oknum Kejari Tanjabtim.
Saksi mengaku kalau yang menusuknya itu adalah Kepala Kejari Tanjabtim, Rachmad Surya Lubis.
"Yang menusuk saya pakai tongkat Kepala Kejarinya," katanya.
Sementara itu, Kepala Kejari Tanjabtim, Rachmad Surya Lubis membantah tudingan itu. Dia mengaku tidak menusuk Hasbullah menggunakan tongkatnya.
Pada saat penggeledahan, dia hanya menanyakan kenapa ada puluhan stempel didalam lemari sembari menunjuk lemari memakai tongkat.
"Saya menanyakan kenapa ada puluhan stempel di lemari. Kemudian Bendahara bilang tidak tahu. Itu yang saya tunjukan. Masak kamu ada puluhan stempel milik kantor lain di ruangan kamu, kamu tidak tahu, itu saja," jelasnya.
Dia juga menyampaikan, di tingkat penyidikan ini, pihaknya telah memanggil pihak KPU sampai tiga kali. Namun mereka tidak datang dengan alasan masih praperadilan.
"Namun dalam waktu dekat, kalau ini lancar dan sidang selesai, tentunya kami akan bekerja lagi dan mungkin segera mengumumkan tersangka dalam perkara ini secepatnya," sebutnya.
Dia menambahkan, terkait dengan uang sitaan hasil penggeledahan sebesar Rp 230 juta itu akan dibuka nanti di Pengadilan.
Selain itu juga mengenai handphone, ada sesuatu di dalamnya yang ditemukannya. Dalam handphone itu ada ditemukan rekaman percakapan.
Salah satu percakapan di handphone itu ada urunan-urunan uang yang akan dipersiapkan untuk Kejari Tanjabtim.
"Saya tidak bilang menyuap. Yang jelas dalam rekaman ada urunan-urunan uang untuk Kejaksaan. Jumlahnya fantastis, bahkan hampir Rp 300 juta rupiah," bebernya.
Kemudian isi percakapan lainnya, pihak KPU Tanjabtim sepertinya sudah ketakutan. Pasalnya ada selisih uang Rp 1 Miliar tanpa ada tanda bukti dukungan, seperti SPJ.
"Dalam percakapan mereka itu menemukan Rp 1 Miliar. Salah satu orang ada yang bilang, cepat penuhi cepat penuhi, kita ada kekurangan Rp 1 Miliar," kata Kajari menirukan isi percakapan di rekaman tersebut.
"Jadi, jika ada masyarakat bertanya, kenapa handphone dan uang disita. Itu adalah hak penyidik. Nanti akan kita buktikan di pengadilan," pungkasnya.(IMC01)
PDAM Tirta Muaro Jambi Diadukan ke YLKI Terkait Layanan dan Kualitas Air
Indonesia Impor 150 Juta Barel Minyak Dari Rusia Bertahap Hingga Akhir 2026
Bulog Sebut Cadangan Beras Jambi Cukup Untuk Lima Bulan Lagi
Pengurus DPW dan DPD PSI se Provinsi Dilantik, Targetkan Jambi Jadi “Kandang” Gajah
Langgar Kode Etik Empat Anggota Polda Jambi Dipecat, Ini Daftar Namanya
Duel Maut dengan Sopir Rental, Pecatan TNI AU Tewas dengan Sangkur Sendiri