Junaidi Terciduk Cabuli 12 Muridnya, Tertangkap Orang Tua Korban

Kamis, 16 September 2021 - 05:58:26 WIB

Pelaku dan barang bukti dalam ekspos perkara. (ist)
Pelaku dan barang bukti dalam ekspos perkara. (ist)

IMCNews.ID - Junaidi (22) tak bisa mengelak dengan ulah cabulnya. Dia terciduk dan ditangkap oleh orang tua korbannya yang merupakan muridnya.

Dia lantas diserahkan kepada kepolisian. Tersangka merupakan oknum guru di salah satu Pondok Pesantren di Kabupaten Ogan Ilir. Korbannya bukan hanya satu orang, melainkan hingga 12 orang.

Direskrimum Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Hisar Sialagan, Rabu (15/9/2021) mengatakan, tersangka diamankan nyaris tanpa perlawanan oleh anggota Subdit IV Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) pada Senin (13/9/2021) sekitar pukul 20.00 WIB.

BACA JUGA : Fery Tewas Dihantam Kayu Balok Saat Main Kartu

"Tersangka ditangkap di rumah orang tua salah satu korban nyaris tanpa perlawanan," katanya.

Menurut dia, kasus fedofilia ini terungkap setelah unit PPA Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan menerima laporan dari orang tua korban bahwa anak mereka diduga telah menjadi korban fedofilia.

Sebab sebelum membuat laporan, mereka terlebih dulu memeriksakan kondisi kesehatan anak yang sakit secara tidak wajar di kemaluannya kepada dokter.

Setelah diperiksa, dokter mendiagnosa anak itu sudah menjadi korban kekerasan seksual. Lalu karena tidak bisa menahan sakitnya, seorang anak itu membenarkan diagnosa dokter itu dengan mengatakan dia pernah dipaksa melakukan tindakan asusila oleh gurunya di Pondok Pesantren AT.

Berdasarkan keterangan dari saksi, korbannya bukan hanya satu orang tapi pelaku melakukan tindakan fedofilia kepada 12 anak. Dimana, masing-masing enam orang disodomi dan enam lainnya mendapat perlakuan cabul.

"Kasus ini masih dalam pengembangan penyidik," ujarnya lagi.

Kasubdit PPA Polda Sumatera Selatan, Kompol Masnoni, mengatakan, berdasarkan pemeriksaan terhadap korban, perilaku menyimpang yang dilakukan tersangka itu sudah belangsung selama sekitar satu tahun terhitung sejak Juni 2020 hingga Agustus 2021.

"12 anak itu semua laki-laki, mereka dicium pelaku lalu disuruh melakukan oral kelamin tersangka hingga ia mencapai kepuasan," katanya.

Modus yang dilakukan tersangka dalam aksinya yakni menghampiri korban yang sedang tertidur di kamarnya. Setelah itu korban dibujuk rayu Junaidi, warga warga Jalan Adam Dusun Trimulyo, Kelurahan Marta Jaya, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Pelaku memberikan uang puluhan ribu rupiah supaya korban mau menuruti keinginan sesatnya itu. Apabila korban menolak keinginan itu, maka tersangka mengancam untuk tidak segan-segan mengurung korban di gudang lalu menganiayanya.

"Saya melakukan asusila semata untuk memperoleh kepuasan," kata tersangka.

Atas perbuatan fedofilia itu tersangka dikenakan pasal 82 ayat 1, 2 dan 4 Jo 76 UU Nomor 17/2016, Perppu Nomor 1/2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23/2003 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA