Tak Prioritas, DPRD Provinsi Jambi Sepakat Coret Rencana Penambahan Modal Bank Jambi

Rabu, 15 September 2021 - 06:39:01 WIB

Pembangunan gedung Bank 9 Jambi. (ist)
Pembangunan gedung Bank 9 Jambi. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Bank 9 Jambi dalam dua hari terkahir menjadi perhatian setelah adanya insiden dua anggota DPRD Provinsi Jambi, Ahmad Fauzi Ansori dan Kamaluddin Havis nyaris adu jotos, Senin (13/9/2021) kemarin.

Keduanya berbeda pendapat soal rencana penyertaan modal oleh Pemprov Jambi, senilai Rp40-an miliar. Selain proyek pembangunan gedung bertingkatnya yang tengah disorot, ternyata bank plat merah itu juga mengusulkan tambahan modal ke Pemprov Jambi.

Hal ini terungkap saat rapat Paripurna penyampaian KUPA dan PPAS APBDP 2021, di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin lalu.

BACA JUGA : KPK Garap Pejabat Pemprov Jambi

Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto mengatakan pemicu cek-cok dua anggota dewan itu disebabkan salah persepsi terkait penambahan modal Bank Jambi. Menurut Edi, sebelumnya seluruh anggota dewan menolak penambahan modal ke Bank Jambi tersebut.

"Salah persepsi, satu sisi kan Gubernur sudah memberikan jawaban ke pak Fauzi. Jawabannya kan tidak ada kepastian terkait Perda yang disiapkan penanaman modal," katanya, Selasa kemarin (14/9/2021).

"Persepsi yang lain bukan disini forumnya, dibatalkan atau tidak, kan ada forumnya di Banggar. Di Banggar akan dikaji, kalau kita batalkan, saat paripurna berikutnya ada pandangan umum dari Banggar terkait RAPBD itu. Nanti juga ada pandangan fraksi-fraksi," jelasnya lagi.

BACA JUGA :Maling Gasak Empat Kantor Dinas, Laptop Hingga Printer Raib, Pelaku Diduga Orang Dalam

Kata Edi, semua anggota DPRD Provinsi Jambi sepakat untuk menolak penambahan modal ke bank Jambi. Pasalnya, hal itu tak prioritas.

"Kalau saya sependapat tidak usah. Kita semua sepakat untuk tidak ditambahkan. Cuma eksekutif yang bikin formulasi TAPD-nya. Semua dewan sepakat karena Perda penambahan modal belum ada landasan yuridisnya, tidak mungkin kita tambahkan. Teman-teman setuju itu dicoret," sebutnya.

Edi kembali menegaskan bahwa kericuhan yang terjadi itu merupakan miss komunikasi saja.
Sementara Pengamat Ekonomi, Pantun Bukit menilai penambahan modal ke Bank Jambi bukan sebuah prioritas. Apalagi saat ini Bank Jambi dalam tahap pembangunan fisik.

BACA JUGA : Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Tebo Bakal Direshuffle

"Kita lihat kondisinya dulu. Kalau kondisi Bank Jambi masih stabil sebenarnya belum prioritas. Lebih prioritas bagaimana penanganan Covid-19 di Provinsi Jambi bisa selesai sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat," katanya.

Dia menilai, jika keuangan bank Jambi sedang tak sehat dan membutuhkan suntikan dana dari Pemprov Jambi, nyatanya, bank Jambi sedang melaksanakan mega proyek pembangunan gedung bertingkat.

"Artinya kita tunggu dulu, sekarang Pemprov harus fokus terhadap penanganan Covid-19 bisa tuntas, cepat dan selaras dengan pemerintah pusat. Supaya kita jangan sampai level IV lagi, penyekatan itukan mengganggu perekonomian masyarakat. Itu lah yang harus dilakukan," jelasnya.

Pantun juga memberikan kritikan mengenai pengelolaan manajemen Bank Jambi. Harusnya bank Jambi bisa menarik nasabah dari masyarakat umum yang lebih banyak.

"Nasabah itu sifatnya heterogen jangan hanya homogen yang hanya kalangan pegawai negeri semua, tapi juga bisa dari masyarakat lain sehingga bisa memungkinkan partisipasinya lebih optimal untuk masyarakat Jambi," katanya. (*/IMC01)



BERITA BERIKUTNYA