Karyawati SPBU Gelapkan Uang Hasil Penjualan BBM Rp165 Juta

Sabtu, 03 Juli 2021 - 05:48:23 WIB

IMCNews.ID - Seorang karyawati sebuah SPBU diamankan lantaran membakar dokumen di kantor SPBU tersebut. Motifnya adalah untuk menghilangkan barang bukti penggelapan uang hasil penjualan BBM yang diduga dilakukan pelaku.

Kapolsek Senen Kompol Ari Susanto mengatakan kebakaran di SPBU Pramuka terjadi pada Rabu, 6 Juni 2021 sekitar pukul 10.30 WIB.

Tim Reskrim Polsek Senen langsung melakukan penyelidikan dan menduga salah satu karyawati di SPBU tersebut sebagai pelaku karena tidak ada saat kebakaran terjadi

Polisi akhirnya menangkap dan mengamankan pelaku yang merupakan karyawati di SPBU tersebut berinisial RWA (26)  di sebuah hotel kawasan Rawasari, Senen, Jakarta Pusat.

BACA JUGA : Subhi Bakal Dijemput Paksa

"Kita amankan di sebuah hotel di Rawasari, kemudian setelah melakukan pemeriksaan, yang bersangkutan mengakui telah melakukan pembakaran kantor SPBU dengan maksud menghilangkan barang bukti," katanya.

Ari menjelaskan bahwa pelaku melakukan penggelapan dengan cara tidak menyetorkan uang hasil penjualan BBM dari tanggal 31 Mei 2021 sampai 2 Juni 2021. Jumlah uang hasil penjualan yang digelapkan pelaku mencapai Rp165 juta.

Penggelapan uang dilakukan pelaku dengan mengumpulkan "file-file" bukti penjualan BBM di ruang kerja. Setelah terkumpul "file" atau dokumen tersebut, pelaku membakar dengan korek api berwarna hijau yang disimpan di dalam tas untuk menghilangkan barang bukti.

BACA JUGA : Pelaku Jual Beli Satwa Dilindungi Terciduk

Barang bukti yang berhasil diamankan petugas, antara lain uang sisa hasil penggelapan senilai Rp3 juta, dokumen penjualan bensin SPBU, serta sejumlah kayu dari meja yang terbakar.

Pelaku memiliki motif ingin menguasai uang tersebut, mengingat ia menjabat sebagai bendahara SPBU. Kemudian, uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.

"Dia menggelapkan untuk menguasai uangnya saja, untuk foya-foya. Hasil penggelapan uang tersebut dibelikan baju, tas, kita amankan sebagai barang bukti," kata Ari.

Atas tindakannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 374 dan Pasal 184 ayat 1 KUHP. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA