Tol Palembang–Betung Dibuka Fungsional Desember 2026, Progres Capai 87,18 Persen

Jumat, 06 November 2026 - 19:39:49 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

IMCNews.id – Jalan Tol Palembang–Betung ditargetkan mulai difungsionalkan pada Desember 2026. Kehadiran ruas tol sepanjang sekitar 69 kilometer ini diharapkan menjadi solusi alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Sumatera Selatan selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

PT Hutama Karya (Persero) kini mempercepat penyelesaian konstruksi guna mengejar target tersebut. Bukan sekadar mengejar penyelesaian proyek, perusahaan juga menyiapkan aspek keselamatan dan manajemen lalu lintas agar pemanfaatan jalan tol secara fungsional dapat berlangsung dengan aman dan terkendali.

Kesiapan tersebut menjadi pembahasan dalam pertemuan antara Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan dan Hutama Karya di Kantor Hutama Karya Tol Palindra, Kamis (6/8/2026).

Pertemuan itu secara khusus membahas skema pengaturan lalu lintas, kesiapan operasional, serta langkah antisipasi lonjakan kendaraan selama periode Nataru.

Hutama Karya menegaskan, kesiapan konstruksi dan keselamatan pengguna jalan menjadi persyaratan utama sebelum ruas tol difungsikan. Karena itu, realisasi target pembukaan tetap mempertimbangkan kondisi teknis di lapangan dan hasil koordinasi dengan kepolisian.

Jalur Tanah Mas–Musi Landas Jadi Alternatif

Tak hanya mengandalkan Tol Palembang–Betung, Hutama Karya juga menyiapkan jalur fungsional sepanjang kurang lebih tiga kilometer yang menghubungkan kawasan Tanah Mas menuju Musi Landas.

Jalur ini diproyeksikan menjadi alternatif untuk mengurai kepadatan kendaraan di Jalan Nasional KM 17, salah satu titik yang perlu mendapat perhatian ketika volume lalu lintas meningkat pada masa libur akhir tahun.

Penggunaannya akan diberlakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan hasil koordinasi bersama kepolisian.

Skema tersebut menjadi bagian dari persiapan pengamanan Nataru, terutama untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

Progres Tol Capai 87,18 Persen

Percepatan pembangunan Tol Palembang–Betung sebelumnya disampaikan Wakil Direktur Utama Hutama Karya, Sugeng Rochadi, saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI di Jembatan Musi V, Palembang, Kamis (17/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sugeng mengungkapkan progres pembangunan Tol Palembang–Betung secara keseluruhan telah mencapai 87,18 persen.

Sementara itu, pembangunan Jembatan Musi V telah mencapai 96,44 persen dan dinyatakan lulus uji laik fungsi oleh Kementerian Pekerjaan Umum pada 6 Juli 2026.

Sugeng menyampaikan bahwa koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat untuk memastikan tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.

Ia berharap kehadiran infrastruktur tersebut segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat konektivitas, mempercepat mobilitas, dan meningkatkan efisiensi perjalanan di Sumatera Selatan.

Komisi V DPR RI Dukung Percepatan

Kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Ketua Tim Kunjungan, Syaiful Huda.

Turut hadir Staf Ahli Kementerian Pekerjaan Umum Triono Junoasmono, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PU Ni Komang Rasminiati, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta jajaran Hutama Karya.

Syaiful Huda menyampaikan dukungan DPR RI terhadap percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol di Sumatera Selatan. Menurutnya, konektivitas jalan tol memiliki peran strategis dalam memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara DPR RI, pemerintah daerah, Kementerian Pekerjaan Umum, dan badan usaha jalan tol untuk menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan.

Jika target fungsional Desember 2026 terealisasi, Tol Palembang–Betung diharapkan menjadi alternatif penting bagi pengguna jalan selama Nataru 2026/2027.

Namun, keberhasilan pembukaan fungsional tidak semata diukur dari tersedianya jalur yang dapat dilalui. Kesiapan konstruksi, keselamatan, rambu, pengaturan lalu lintas, dan pengawasan operasional tetap menjadi faktor penentu.

Tol Palembang–Betung kini berpacu dengan waktu. Targetnya bukan sekadar membuka jalan, melainkan menghadirkan konektivitas yang lebih baik dan perjalanan yang lebih lancar bagi masyarakat Sumatera Selatan.(*)



BERITA BERIKUTNYA