IMCNEW.ID - Jaringan supermarket terkemuka, FairPrice, resmi menarik seluruh produk kertas dan tisu yang dipasok oleh Asia Pulp & Paper Group (APP). Langkah ini diambil menyusul adanya pembatasan dan penangguhan sementara terhadap sertifikasi Green Label (Label Hijau) milik perusahaan pemasok tersebut.
Dalam pengumuman resmi yang dirilis oleh manajemen FairPrice, kebijakan penarikan ini berdampak langsung pada beberapa merek tisu populer yang cukup akrab di kalangan konsumen.
"FairPrice telah menarik semua produk kertas yang bersumber dari Asia Pulp & Paper Group (APP) mengikuti adanya pembatasan sementara pada sertifikasi Green Label mereka," tulis pihak FairPrice dalam keterangan resminya.
Berdasarkan rilis tersebut, daftar produk yang resmi dihentikan penjualannya meliputi: Seluruh varian produk kertas dan tisu merek Paseo.
• Seluruh varian produk kertas dan tisu merek Jolly.
• Seluruh varian produk kertas dan tisu merek Nice.
• Produk tisu wajah FP Softpack Tissue 200s.
• Produk tisu wajah FP Gold 3 Ply Facial Tissue 140s yang dipasok oleh APP.
Meski ada penarikan massal terhadap sejumlah merek besar, pihak FairPrice menjamin bahwa pasokan kebutuhan pokok masyarakat tidak akan terganggu.
Mereka memastikan telah menyiapkan berbagai alternatif dari merek lain untuk mengisi kekosongan produk di rak-rak wilayah penjualan mereka.
"Kami meyakinkan para pelanggan bahwa FairPrice memiliki alternatif dari merek produk kertas lainnya yang siap tersedia untuk memenuhi kebutuhan konsumen," tambah pihak manajemen.
Di akhir keterangannya, pihak gerai ritel raksasa ini juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas ketidaknyamanan yang muncul akibat kebijakan mendadak ini. Hingga berita ini diturunkan, kebijakan penarikan produk berbasis kertas dari APP tersebut sudah mulai diberlakukan di seluruh jaringan toko FairPrice, termasuk jaringan hipermarket FairPrice Xtra.
Gentala Arasi Fest 2026 Jangkau 8.000 Pengunjung, Transaksi QRIS Capai Ratusan Juta
Bahlil Sebut Rencana Pembatasan Pertalite Masih Dalam Kajian
Bank Indonesia Luncurkan Kartu Kredit Indonesia Sebagai Alternatif Pembayaran Domestik
Pemerintah Segera Gelontorkan Rp20,5 Triliun Bantuan Keuangan ke Daerah
Asset Recovery Bukan Akhir, Penguatan Tata Kelola Jadi Penentu Kesehatan Fiskal