IMCNews.ID, Jambi Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, menegaskan beberapa pesan kepada para OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Provinsi Jambi.
Dia meminta OPD melakukan inovasi agar kinerja efektif-efisien, pro-aktif mencari sumber pembiayaan inovatif dan kolaborasi dengan pusat, serta mengubah mindset dari sekadar serapan anggaran tinggi menjadi kerja yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Jambi.
Pesan tersebut disampaikanya saat mengikuti rapat paripurna bersama dewan dengan agenda menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Provinsi Jambi Tahun 2027, di Ruang Sidang Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi, Senin (05/10/2026).
Gubernur Al Haris mengemukakan, RAPBD 2027 disusun berdasarkan kesepakatan KUA-PPAS secara realistis, kredibel dan berkelanjutan, di tengah keterbatasan fiskal dan mandatory spending.
“Penyusunan RAPBD 2027 berpedoman pada tiga kebijakan utama, yaitu pendapatan daerah untuk mendukung ruang gerak perekonomian. Lalu belanja yang berkualitas, produktif dan prioritas untuk ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pembangunan berkelanjutan dan terakhir pembiayaan untuk memperkuat daya tahan dan pengendalian risiko defisit,” katanya.
Dia menyampaikan pendapatan daerah ditargetkan Rp.3,95 Triliun, naik Rp195,06 Miliar (5,19%) dari APBD Murni 2026.
Sedangkan PAD Rp2,054 Triliun (51,97%), naik 5,62%.
Penyumbang terbesar adalah pajak daerah Rp1,68 Triliun. Serta Transfer Pusat Rp1,89 Triliun (47,97%), naik 5,08%. Kemudian lain-lain pendapatan sah Rp1,92 Miliar, turun karena berakhirnya program hibah BioCF ISFL.
Gubernur Al Haris juga menyampaikan, Belanja daerah direncanakan Rp4,021 Triliun, terdiri dari Belanja Operasi Rp2,87 Triliun (71,42%), Belanja Modal Rp437,30 Miliar (10,87%), Belanja Tak Terduga Rp31,73 Miliar dan Belanja Transfer Rp680,15 Miliar.
Defisit Rp68,45 Miliar ditutup dari SiLPA 2026 sebesar Rp68,60 Miliar. Gubernur Al Haris mengemukakan bahwa penyampaian Nota Pengantar Rancangan APBD Murni 2027 ini merupakan langkah awal untuk pembahasan bersama DPRD.
"Pada hari ini kami menyampaikan Nota Pengantar Rancangan APBD Murni 2027. Tentu kami mencoba untuk bagaimana memberikan usulan kepada Dewan, agar kiranya Dewan bisa membahas dengan tim anggaran kami bersama tim anggaran Dewan," ujarnya.
Gubernur Al Haris menjelaskan, setiap program yang tertuang dalam R-APBD 2027 diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jambi.
“Sehingga setiap item, program-program yang ada di RPJMD kita itu bisa diwujudkan dalam rancangan APBD 2027," jelasnya.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa penyusunan APBD 2027 masih dalam prinsip efisiensi anggaran.
"Dengan catatan bahwa kita masih dalam kondisi efisiensi. Walaupun ada kenaikan sedikit APBD kami, tapi itu masih dalam konteks efisiensi. Karena dulu APBD kita sampai 5 triliun lebih, sekarang ini hanya 4 triliun," ucapnya.
Untuk itu, Gubernur Al Haris berharap pembahasan bersama DPRD dapat berjalan optimal agar anggaran yang direncanakan dapat dikelola dengan baik.
"Inilah yang akan kami coba atur bersama dengan Dewan, sehingga sedemikian rupa, sehingga tepat sasaran, terukur dan berdampak untuk masyarakat," pungkas Al Haris.
Pada kesempatan ini Gubernur Al Haris juga menyerahkan secara simbolis buku Nota Keuangan dan Ranperda tentang APBD Tahun 2027, kepada Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz Fattah. (*)
Soal Anggaran, Al Haris Ingatkan OPD Untuk Fokus, Efektif, Efisien dan Berdampak
Program Pemutihan Pajak Kendaraan Diperpanjang Sampai Akhir Tahun
Jarak Pandang Minim, Sejumlah Penerbangan Menuju Bandara Jambi Tertunda
Pemprov Jambi Gandeng LAN RI Cetak Aparatur Berkualitas hingga Tingkat Desa
Bakal Ada Tambahan 1 Juta Sambungan Gas Rumah Tangga, Langkah Kurangi Gas 3 Kg
Gubernur Al Haris Teken Nota Kesepakatan Ranperda Perubahan APBD 2026