IMCNews.ID, Jambi - BPJS Kesehatan Cabang Jambi kewalahan membayar klaim asuransi kesehatan kepada sejumlah fasilitas kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi Shanti Lestari menyebut penerimaan dari iuran peserta tak sebanding klaim yang harus dibayarkan.
Tiap bulan, kata dia, pihaknya mengalami defisit anggaran hingga mencapai Rp300 juta.
Menurutnya, kondisi itu dipengaruhi tingginya pemanfaatan layanan kesehatan oleh peserta, termasuk peningkatan jumlah pasien rujukan dari luar daerah yang mendapatkan pelayanan di Jambi.
"Semakin banyak pasien rujukan dari luar daerah menjadi penyebab utamanya defisit," katanya.
Banyakny pasien rujukan dari luar daerah membuat biaya pelayanan kesehatan yang diklaim rumah sakit kepada BPJS Kesehatan semakin besar.
Kondisi tersebut turut meningkatkan beban pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Penerimaan dari iuran peserta belum sepenuhnya mampu menutup seluruh beban klaim pelayanan kesehatan," ujarnya.
Untuk menjaga keberlangsungan program, JKN mendorong peserta meningkatkan kepatuhan dalam membayar iuran secara rutin.
Penerimaan iuran yang lancar dinilai penting untuk menjaga keseimbangan pembiayaan antara pendapatan dan pembayaran klaim.
"Kami berharap kesadaran masyarakat dalam membayar iuran terus meningkat sehingga keseimbangan antara penerimaan iuran dan pembayaran klaim dapat terjaga," imbuhnya. (*)
BPJS Kesehatan Jambi Kewalahan Bayar Klaim Asuransi, Alami Defisit Ratusan Juta Tiap Bulan
Ajak Salat Istisqa di Tengah Karhutla, Gubernur Minta Masyarakat Tak Bakar Lahan
Tampak Akrab, Sinyal Duet Fasha-Anwar Sadat di Pilgub Jambi Kian Menguat
Udara Memburuk Akibat Kabut Asap, Wacana Liburkan Sekolah Masih Dipertimbangkan
Sepanjang Triwulan Pertama 2026 Ditemukan 1.443 Orang Dipasung Akibat Masalah Kesehatan Mental