IMCNews.ID, Muarabulian - Sepanjang 2026 sejak Januari sampai Juli, angka kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Batang Hari meningkat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari mencatat luas lahan yang terbakar telah mencapai 50,5 hektare dari 47 kejadian sejak Januari hingga 27 Juli 2026.
"Selain mencatat kejadian kebakaran, kami juga mendeteksi 98 titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Batang Hari selama periode yang sama," kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Batang Hari, Asriyal.
Titik-titik panas tersebut terus dipantau sebagai langkah antisipasi agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Kebakaran hutan dan lahan ini dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar yang masih dilakukan oleh masyarakat.
Apalagi, kondisi musim kemarau turut memperbesar potensi api cepat meluas ke lahan di sekitarnya.
"Dari hasil pendataan, titik api paling banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Muara Bulian," ujarnya.
Untuk itu, BPBD mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Upaya patroli pemantauan hotspot serta penanganan cepat terus dilakukan bersama tim gabungan untuk menekan bertambahnya luas lahan yang terbakar selama musim kemarau. (*)
PHR Zona 1 Gandeng Ade Rai Bangun Budaya Hidup Sehat Pekerja
Al Haris Teken MoU Forum Sumatera Sepuluh, Perkuat Sinergi Pembangunan Antar Provinsi
BMKG Ungkap Potensi Hujan yang Kemungkinan Mengguyur Wilayah Jambi
Seleksi Pendamping Bedah Rumah Disorot, Perkimtan Didesak Buka Seluruh Proses Rekrutmen