IMCNews.ID, Jambi - Gubernur Jambi, Al Haris menegaskan kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Tim lengkap semuanya, tenaga kita juga ada, sarana juga ada, helikopter standby di bandara," tegasnya.
Menurutnya, satuan tugas (satgas) karhutla telah mengupayakan sejumlah langkah dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca (OMC) pada Mei hingga Juni lalu.
Fenomena cuaca ekstrem saat ini sulit diprediksi, meski telah memasuki musim kemarau, namun hujan masih berpotensi turun di Jambi.
Gubernur meminta semua pihak tetap waspada, tidak lengah, termasuk mengingatkan agar tim tidak bersikap terlalu percaya diri ataupun meremehkan situasi.
Dia juga menekankan pentingnya sinergi yang kuat antarinstansi di setiap wilayah untuk mempercepat penanganan jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Berdasarkan data dari BPBD Provinsi Jambi, hingga semester pertama (Juni) 2026, luas lahan terbakar mencapai 137,72 hektare.
Rinciannya Kabupaten Batang Hari 36,42 hektare, Muaro Jambi 1,70 hektare, Tebo 2,50 hektare, Sarolangun 44,90 hektare, Tanjabtim 18,80 hektare, Tanjabbar 33,40 hektare.
Delapan dari 11 wilayah yakni Kabupaten Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, Merangin, Bungo, dan Tebo telah menetapkan status siaga sebagai langkah menghadapi potensi kebakaran.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi, Andre Eko Rinjani mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik api di sejumlah wilayah rawan.
Menurut Andre, saat ini pemerintah daerah memilih mengedepankan langkah pencegahan agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.
Salah satunya dengan membentuk 81 Pos Komando Terpadu yang ditempatkan di delapan kabupaten rawan karhutla.
"Personel di setiap posko tidak hanya bersiaga menghadapi kebakaran, tetapi juga melakukan patroli rutin, memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, memetakan wilayah rawan, mengecek ketersediaan sumber air hingga melakukan pemadaman dini apabila ditemukan titik api," katanya. (*)
Mentan Tegaskan Bakal Tindak Perusahaan yang Memainkan Harga TBS
Hiswana Migas Jambi Pastikan B50 Lebih Aman dan Ramah Untuk Kendaraan
Kasus Pembobolan Rekening Nasabah Bank Jambi Terungkap, Tiga Orang Diamankan
Terima Aksi, Pimpinan DPRD Provinsi Jambi Tanggapi Kritikan Mahasiswa
Gubernur Al Haris Komitmen Perkuat Tata Kelola dan Kesejahteraan Masyarakat