IMCNews.ID, Bangko - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kian mengancam geopark di Merangin.
Pemkab Merangin membentuk tim terpadu (timdu) untuk mengantisipasi persoalan tersebut.
"Ada kawasan inti di Geopark ini lebih kurang dua kilometer persegi ini yang kami rapatkan. Kawasan inti inilah yang harus kita sterilkan dari kegiatan PETI di sini," kata Sekda Merangin, Zulhifni, Senin (6/7/2026) kemarin.
Pembentukan tim terpadu ini diharapkan mampu menghentikan kerusakan lingkungan yang kian mengancam kelestarian Geopark.
Selain membahas penegakan hukum dan sterilisasi kawasan dari aktivitas PETI, rapat tersebut juga menyoroti pentingnya komitmen bersama antar instansi serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di sekitar situs Geopark Merangin.
tim terpadu melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri dan masyarakat.
Sebelumnya, Bupati Merangin, M Syukur mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya anak-anak muda ikut menjaga keberadaan situs fosil purba tersebut.
Upaya yang tengah dilakukan ialah mencoba mengintegrasikan kemajuan infrastruktur, pergerakan ekonomi masyarakat, nilai-nilai sosial dan budaya dengan keberadaan Geopark Merangin.
Selain itu juga memperkuat citra Kabupaten Merangin agar kunjungan wisatawan memiliki minat berkunjung ke Merangin, melihat langsung geopark seluas 4,832.31 km2 yang membentang di 12 kecamatan dan 131 desa di wilayah itu.
"Kita terus memperkuat citra Kabupaten Merangin, kekayaan hayati dan situs fosil purba diyakini menjadi daya tarik utama agar mendunia," pungkasnya. (*)
Big Universities, Small Skills? Ketika Kampus Makin Banyak, Lulusan Justru Makin Sulit Bekerja
SMSI-RRI Dorong Kolaborasi Media Perkuat Kompetensi Jurnalis dan Jernihkan Informasi
Wagub Sani Ajak Masyarakat Perkuat Adat dan Waspadai Geng Motor, Narkotika serta Intoleransi
Masyarakat Diimbau Waspadai Travel Umrah yang Tawarkan Harga Tak Wajar
BNI Hadirkan Akses Eksklusif Menikmati Andrea Bocelli "Romanza" di Indonesia
Pemprov Jambi Bakal Adakan Nobar Semi Final dan Final Piala Dunia