IMCNews.ID, Jambi – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya menyebut di Provinsi Jambi terdapat 446 ribu penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan 545 supplier dalam rantai pasok.
Setiap hari, anggaran sebesar Rp7,2 miliar berputar di seluruh kabupaten/kota di Jambi. Dana tersebut terserap sebesar Rp963,5 juta untuk honor 9.635 tenaga kerja/relawan.
Kemudian Rp881,5 juta untuk operasional (air minum, gas, BBM, APD, dan perlengkapan pendukung). Lalu, Rp4,1 miliar untuk belanja bahan pangan lokal seperti beras, daging ayam, telur, buah, dan sayur.
“Uang tersebut sepenuhnya mengalir di tingkat bawah karena SPPG berada di desa-desa. Dana ini masuk ke petani, peternak, pedagang beras, penjual ayam, telur, buah dan sayur. Ini yang menggerakkan ekonomi rakyat,” jelas Sony.
Dalam Rapat Konsolidasi Pelaksanaan MBG dengan Gubernur Jambi, Al Haris, Sekda Provinsi Jambi Sudirman, Kepala Satgas MBG kabupaten/kota, serta para pengelola SPPG, mitra, dan relawan di BW Luxury Hotel, Sabtu (02/05/2026) lalu dia menegaskan agar tidak terjadi penyimpangan dalam pengelolaan rantai pasok.
Selain itu juga termasuk praktik rekayasa koperasi atau pengadaan yang tidak sesuai ketentuan. Satgas MBG kabupaten/kota diminta memastikan SPPG benar-benar menyerap produk lokal.
Sony Sanjaya mengingatkan bahwa sasaran utama program MBG adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam 1.000 hari pertama kehidupan, sebelum menjangkau peserta didik secara luas.
“Kita tidak boleh terbalik. Prioritas tetap kelompok rentan,” tegasnya.
Untuk menjaga kualitas layanan, mulai pekan depan BGN akan menerapkan sistem evaluasi berbasis aplikasi.
Penerima manfaat dapat memberikan penilaian terkait ketepatan waktu distribusi, aroma dan rasa makanan, variasi menu, hingga kesesuaian standar operasional prosedur (SOP).
Langkah ini dilakukan guna mencegah kejadian menonjol akibat pelanggaran SOP serta memastikan pelaksanaan MBG tetap sesuai standar.
Sementara itu, Gubernur Jambi, Al Haris menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG di Provinsi Jambi menunjukkan perkembangan signifikan.
Hingga saat ini, tercatat 205 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah hadir, terdiri dari 173 unit operasional dan 32 unit siap operasional. Selain itu, sebanyak 302 SPPG masih dalam tahap persiapan dan survei lapangan.
“Program ini menyasar anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui yang kurang gizi. Namun manfaatnya sangat luas, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran MBG telah menciptakan pasar yang jelas bagi petani, peternak, serta pelaku usaha lokal. Produk pertanian dan peternakan kini lebih banyak terserap di dalam daerah.
“Dulu banyak yang menjual keluar daerah, sekarang cukup di Jambi saja sudah terserap. Ini tentu sangat membantu perekonomian daerah,” tambahnya.
Gubernur Al Haris juga menekankan pentingnya peningkatan produksi pangan, khususnya beras.
Saat ini, Jambi baru mampu memenuhi sekitar 71 persen kebutuhan beras secara mandiri, sementara komoditas telur ayam telah mampu mencukupi kebutuhan lokal.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, menyampaikan bahwa rapat konsolidasi ini menjadi ajang evaluasi dan perbaikan kinerja seluruh pihak yang terlibat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, kami mengapresiasi dan mendukung penuh suksesnya Program Makan Bergizi Gratis di Provinsi Jambi,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jambi juga mendorong penguatan rantai pasok melalui pemberdayaan masyarakat seperti urban farming, rooftop gardening, vertical garden, dan pengembangan desa tematik guna menjamin ketersediaan bahan pangan bagi SPPG.
Melalui konsolidasi ini, diharapkan pelaksanaan Program MBG di Provinsi Jambi semakin optimal, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan gizi masyarakat dan kesejahteraan ekonomi daerah. (*)
Wagub Abdullah Sani Tutup Pekan Budaya Sarolangun, Tekankan Budaya Sebagai Solusi Global
Rp7,2 Miliar Diklaim Berputar Setiap Hari di Jambi Berkat MBG
Gubernur Al Haris Tinjau dan Berikan Bantuan Korban Banjir Sarolangun dan Merangin
Rektor UIN Tindak Tegas Oknum Dosen yang Digerebek di Kos Mahasiswi, Aktivitas Akademik Dihentikan
Tujuh Pelaku PETI Tertangkap Sedang Garap Lahan dengan Alat Berat di Merangin, Pemodal Jadi DPO
Pimpin Apel di Kantor Camat Danau Sipin, Kemas Faried Tegaskan Pentingnya Kolaborasi