Hadiri Kenduri Sko Siulak Mukai, Al Haris Apresiasi Masyarakat Pertahankan Nilai Budaya

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:35:43 WIB

Gubernur Al Haris saat menghadiri Kenduri Sko di Siulak Mukai, Kerinci.
Gubernur Al Haris saat menghadiri Kenduri Sko di Siulak Mukai, Kerinci.

IMCNews.ID, Kerinci - Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menghadiri Kenduri Sko Manggien Depati Niniek Mamak Luhah Depati Intan Siulak Mukai, bertempat di Lapangan Bola Kaki Trides Tebing Tinggi, Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, Sabtu (24/01/2026).

Pada kesempatan itu, dia mengapresiasi masyarakat Kecamatan Siulak Mukai yang terus melestarikan nilai-nilai budaya dengan menyelenggarakan Kenduri Sko secara konsisten.

"Agenda budaya ini menjadi salah satu keunggulan masyarakat dan diharapkan dapat dikenal lebih luas, hingga ke penjuru negeri. Ketika adat yang dijalankan dengan teguh akan menjadi benteng pertahanan moral masyarakat kita di tengah arus modernisasi,” ungkapnya.

Gubernur juga menyampaikan rasa bangganya bahwa Kenduri Sko sudah tercatat sebagai budaya tak benda,pada kementrian kebudayaan.

“Saya pesankan kepada Bupati dan Walikota Sungai Penuh agar menghidupkan kembali rumah adat empat sejenis yang berada di kota Sungai Penuh. Karena Kerinci dan Sungai Penuh Bak Ciok Bakayam, Batinting bak besi, karena Kota Sungai Penuh dan Kerinci ini adatnya bisa bersatu, hanya administrasi pemerintahannya saja yang berbeda, adat dan tradisinya masih tetap bersatu," jelasnya.

Dia juga berpesan pada pemangku sko adat untuk menjadikan budaya ini untuk menjalin silaturahmi, sebagai penyatu masyarakat.

Di sisi lain, Bupati Kerinci Monadi, S.Sos, M,Si menyampaikan bahwa Kenduri Sko  bukan saja tradisi tetapi juga simbol persatuan dan kesatuan.

”Adat pusako dari leluhur kita harus kita pertahankan dan dilestarikan, dan kami memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya daerah. Acara seperti Kenduri Sko ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai wujud dari upaya kita semua untuk melestarikan adat istiadat yang telah diwariskan oleh leluhur,” ujarnya.

Bupati juga  menekankan pentingnya persatuan dan kesepakatan dalam adat.

“Sebagaimana tergambar dalam pepatah adat “Lah Bulat Air Dek Pembuluh, Lah Bulat Kato Dek Mufakat, Ka Ateh lah Sepucuk Bulat, Ka Bawah Lah Seurat Nunggang, Lah Saciok Bak Ayam, Lah Sedencing Bak Besi,” pungkasnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA