Gerakan 30 Menit Bisa Baca Al Quran Diperluas ke Satuan Pendidikan

Kamis, 04 Desember 2025 - 18:12:38 WIB

Hj Hesti Haris saat menyambangi SMA adhyaksi 1.
Hj Hesti Haris saat menyambangi SMA adhyaksi 1.

IMCNews.ID, Jambi - Ketua TP-PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam memperkuat pendidikan keagamaan di Provinsi Jambi.

Gerakan 30 Menit Bisa Baca Al Quran diperluas ke berbagai satuan Pendidikan, diantaranya ke SMA Adhyaksa 1 Kota Jambi.

Dia melakukan sosialisasi di sekolah itu, Selasa (02/12/2025). Hesti Haris menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar program, melainkan ikhtiar bersama untuk memastikan generasi muda memiliki dasar keagamaan yang kokoh.

Dia menjelaskan bahwa gerakan ini telah digagas dan dijalankan selama dua tahun terakhir, dengan tujuan meningkatkan kemampuan membaca Al Quran masyarakat, terutama para remaja dan pelajar.

Ia menyoroti masih banyaknya siswa yang belum lancar membaca Al Quran, bahkan sebagian belum mampu mengenali huruf hijaiyah dengan baik.

“Orang yang membaca Al Quran dengan sempurna, Allah janjikan derajat bersama para malaikat. Bahkan yang terbata-bata pun mendapat dua pahala, pahala membaca dan pahala atas kesulitannya. Artinya, ajarkanlah meski sedikit. Ini amal yang tetap hidup jauh setelah kita tidak lagi menjabat,” ungkapnya di hadapan para guru dan siswa.

Menurutnya, TP-PKK Provinsi Jambi bersama ustadz Ahmad Farid Hasan telah menyusun metode pembelajaran Al-Quran yang mudah dipahami dan dapat diajarkan oleh siapa pun.

“Buku pedoman terbaru juga telah diperbarui sehingga proses pembimbingan menjadi lebih terstruktur, praktis, dan efektif digunakan oleh guru serta kader di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMA Adhyaksa 1 Kota Jambi, Lolita Anggraini menjelaskan bahwa sekolah mulai menerapkan metode pembelajaran ini sejak tahun sebelumnya.

Program ini menjadi semakin penting seiring ditemukan banyak siswa yang belum mampu membaca Al Quran secara lancar.

Karena itu, sekolah menjadikannya sebagai kegiatan wajib yang ditempatkan sejajar dengan mata pelajaran lainnya untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan pembinaan yang memadai.

“Program ini sangat penting karena lebih dari 90 persen siswa kami adalah muslim. Kemampuan membaca Al Quran menjadi dasar dalam memahami pelajaran agama dan pembentukan karakter. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki kualitas pembelajaran,” tuturnya.

Selain meningkatkan kemampuan membaca, gerakan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan pelajar terhadap Al Quran, membentuk akhlak mulia, serta mencegah generasi muda dari pengaruh negatif yang semakin mudah diakses di era digital. (*)



BERITA BERIKUTNYA