IMCNews.ID, Jambi - Warga Kelurahan Aur Kenali, Mendalo Darat, dan sekitarnya memuncak memblokiran Jalan Lintas Timur Sumatera, Sabtu kemarin (13/04/2025).
Aksi itu dilakukan warga menuntut dihentikannya aktivitas pembangunan stockpile serta pembangunan jalan hauling batu bara yang melintasi permukiman padat penduduk.
Aksi ini menyebabkan kemacetan panjang di jalur utama tersebut. Blokir jalan baru dibuka sekitar pukul 18.00 WIB setelah pemerintah turun tangan dengan membawa surat pernyataan resmi bermaterai yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman dan Sekda Kota Jambi, A. Ridwan.
Berikut isi surat pernyataan itu:
1. Menghentikan secara permanen pembangunan jalan hauling di wilayah Aur Kenali, Mendalo Darat, dan sekitarnya.
2. Menghentikan pembangunan stockpile PT SAS dan RMKE di kawasan terdampak.
3. Jika kewenangan penghentian berada di luar wewenang Sekda, maka Sekda akan memfasilitasi pertemuan antara Gubernur, pihak perusahaan, dan masyarakat pada 16 September 2025.
“Surat ini cuma langkah pemadam sementara. Kami akan terus mengawal hingga janji pemerintah benar-benar ditepati,” kata salah satu peserta aksi.
Dia menyatakan bahwa warga akan kembali melakukan aksi jika tuntutan mereka tak dapat dipenuhi oleh pemerintah.
“Kami tidak akan diam jika aktivitas industri ini terus mengancam lingkungan dan keselamatan kami. Jika tuntutan kami diabaikan, kami siap kembali turun ke jalan untuk memperjuangkan hak kami,” pungkasnya. (*)
Siginjai Fest 2026 Bakal Hadirkan Aisah Dahlan, Habib Ja’far hingga Hanan Attaki
Gubernur Al Haris Bangga Sungai Penuh dan Tebo Dapat Apresiasi dari Pusat
PDAM Tirta Muaro Jambi Diadukan ke YLKI Terkait Layanan dan Kualitas Air
Indonesia Impor 150 Juta Barel Minyak Dari Rusia Bertahap Hingga Akhir 2026
Bulog Sebut Cadangan Beras Jambi Cukup Untuk Lima Bulan Lagi
Pengurus DPW dan DPD PSI se Provinsi Dilantik, Targetkan Jambi Jadi “Kandang” Gajah