IMCNews.ID, Muaro Jambi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaro Jambi mencatat hingga akhir Juli 2025, terjadi delapan peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Luasan lahan yang hangus terbakar dari delapan kejadian itu mencapai 273,75 hektare.
Tapi belum ada satupun pelaku pembakaran yang berhasil diamankan. Data BPBD, lahan terluas yang terbakar yakni di Desa Gambut Jaya, Kecamatan Sungai Gelam mencapai 270 hektare.
Selain itu, di Desa Talang Duku, Kecamatan Taman Rajo seluas 2 hektare. Kemudian di Desa Sekernan, Lopak Alai, Suko Awin Jaya, Pematang Gajah, dan Desa Baku, masing-masing di bawah 1 hektare.
Aparat menegaskan penyelidikan tetap dilakukan untuk menelusuri kemungkinan unsur kesengajaan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Muaro Jambi, AKP Hanafi Dita Utama, mengungkapkan bahwa saat ini tim kepolisian masih mendalami penyebab karhutla meski belum ada tersangka yang ditetapkan.
“Untuk saat ini belum ada pelaku yang diamankan. Kami masih melakukan penyelidikan, terutama di wilayah Sungai Gelam yang terdampak paling parah,” jelas AKP Hanafi, Selasa (5/8/2025).
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian telah mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
AKP Hanafi mengingatkan, membuka lahan dengan cara membakar merupakan tindak pidana yang dapat dijerat hukum pidana lingkungan hidup. (*)
Sebut Dakwaan Jaksa Soal Pemerasan Rp55 Miliar Kabur, Febrie Minta Dibebaskan
DPRD Desak Pemprov Jambi Siapkan Usulan Pengelolaan Mangrove dan Gambut Terpadu
Gubernur Tekankan Hut Ke-27 Sarolangun Harus Jadi Momen Evaluasi
Proyeksi Pendapatan dan Target Jaminan Kesehatan dalam Perubahan RPJMD Disorot
Kecamatan Kumpeh Ulu Kembangkan Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok Dukung Ketahanan Pangan Nasional