IMCNews.ID, Muarabulian - Sebanyak sepuluh titik panas (hotspot) terpantau di Kabupaten Batang Hari.
Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari belum bisa memastikan titik panas itu merupakan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Sepuluh titik panas itu berada di Kecamatan Bajubang, Bungku, Maro Sebo Ulu dan Tembesi,” kata Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Batang Hari, Rabu (18/6/2025).
Perkiraan BMKG awal musim kemarau akan terjadi pada bulan Juni, Juli hingga Agustus 2025. Namun masih ada curah hujan.
“Mudah-mudahan dengan adanya curah hujan pada musim kemarau ini, bencana karhutla tidak terjadi,” ujarnya.
Beberapa titik panas yang terpantau tersebut bersumber dari beberapa sebab diantaranya atap rumah, cerobong pabrik dan lain lain.
“Namun untuk saat ini belum ada laporan ataupun yang terpantau, “ tutupnya. (*)
Cuaca Kian Memburuk Dampak Kabut Asap, Siswa PAUD/TK hingga Kelas 2 SD Diliburkan
Bukan Cuma Pemadaman, Tata Air Gambut Harus Jadi Pertahanan Pertama Hadapi Karhutla
Ribuan Titik Panas Kepung Area Konsesi, Monopoli Air Dituding Akar Rusaknya Ekosistem Gambut
Puluhan Perusahaan Berpotensi Kena Sanksi Rp15 Triliun Terkait Karhutla
Angka Desil Dinilai Tak Sesuai Kondisi Masyarakat, BPS: Terus Dimutakhirkan