IMCNews.ID, Sungaipenuh - Pucuk pimpinan Kepolisian Resort (Polres) Kerinci telah berganti. Kapolres yang lama AKBP M Mujib berganti dengan AKBP Arya Tesa Brahmana.
Upacara serah terima jabatan dipimpin langsung Kapolda Jambi, Senin (13/1/2025) lalu.
Hari ini, Polres Kerinci menggelar tradisi penyambutan kedatangan Kapolres yang baru bertempat di Mapolres Kerinci, Kamis (16/1/2025).
Kedatangan Kapolres Kerinci yang baru AKBP Arya Tesa Brahmana dan Istri disambut langsung Kapolres yang lama AKBP M Mujib beserta Istri.
Selain itu juga tampak Wakapolres, Pejabat Utama Polres, para Kapolsek, perwira dan bintara jajaran Polres Kerinci.
Setibanya di Gerbang Mapolres Kerinci, AKBP Arya Tesa Brahmana disambut laporan kesatuan, tarian penyambutan, hingga tradisi Pedang Pora.
Acara turut dilanjutkan dengan laporan kesatuan, hingga kenal pamit dari Kapolres Kerinci yang lama kepada Kapolres Kerinci yang baru.
AKBP Muhamad Mujib menyampaikan, tonggak kepemimpinan sudah beralih. Dia mengucapkan kepada semua personel Polres Kerinci.
“Kepemimpinan sudah beralih dari saya kepada adik asuh saya AKBP Arya Tesa Brahmana. Saya ucapkan terima kasih kepada rekan semua, baik PJU, perwira dan Kapolsek atas dedikasinya selama ini. Saya menjabat kurang lebih 1 tahun. Saya tidak bisa bekerja kalau semua tidak membantu saya. Mudah-mudahan ke depan juga bersama dengan Kapolres yang baru,” katanya.
Dia menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan pasti akan terus berganti. Makanya dia meminta kepada seluruh anggotanya untuk memberi yang terbaik bagi masyarakat.
Sementara dalam arahannya saat apel perdana, Kapolres Kerinci, AKBP Arya Tesa Brahmana menyampaikan, bahwa dirinya akan terus meningkatkan citra Polres Kerinci.
“Apa yang sudah dilakukan Kapolres sebelumnya akan kita lanjutkan dan yang masih kurang akan kita sempurnakan bersama. Kami mewakili personel Polres Kerinci selamat menjalankan tugas di tempat yang baru,” ungkapnya. (*)
Cuaca Kian Memburuk Dampak Kabut Asap, Siswa PAUD/TK hingga Kelas 2 SD Diliburkan
Bukan Cuma Pemadaman, Tata Air Gambut Harus Jadi Pertahanan Pertama Hadapi Karhutla
Ribuan Titik Panas Kepung Area Konsesi, Monopoli Air Dituding Akar Rusaknya Ekosistem Gambut
Puluhan Perusahaan Berpotensi Kena Sanksi Rp15 Triliun Terkait Karhutla
Angka Desil Dinilai Tak Sesuai Kondisi Masyarakat, BPS: Terus Dimutakhirkan
Masih Ada Formasi yang Lowong, Hanya 44 Peserta Lolos Seleksi CPNS Pemkot Jambi