IMCNews.ID, Kualatungkal - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati akan berlangsung November 2024 mendatang.
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) Ikmal Mardiansyah mengajak Media Online dan Pegiat Media Sosial (medsos) untuk tidak menyebarkan konten negatif dan provokatif.
“Bagusnya memberikan pemberitaan atau mengupload konten konten yang bersifat mendidik,” ucap Ikmal.
Dengan memberikan informasi yang menyejukkan tentunya kata Ikmal, dapat menciptakan suasana dan situasi yang kondusif di masyarakat.
Menurut Ikmal peran media dan pegiat media sosial sangat penting dan strategis dalam menyukseskan pilkada serentak di provinsi Jambi pada tahun 2024 ini.
“Karena media berperan untuk dapat memberikan informasi yang benar-benar akurat,” ujarnya.
Ia berharap para jurnalis yang khususnya berada di wilayah Tanjab Barat dapat mengedepankan liputan yang berimbang dan objektif.
"Media mesti mengedepankan integritas dan profesionalisme,” jelasnya.
Disisi lain, Ikmal mengatakan,media juga berperan dan harus dapat mengcounter dari berita hoax yang menyesatkan, membingungkan dan dapat membodohi masyarakat.
“Berita atau konten - konten Hoax bisa menghancurkan generasi muda dan dapat memicu konflik sosial di masyarakat,” jelasnya.
Kepada seluruh masyarakat, Ikmal menyampaikan untuk bijak dan saling mengedukasi terkait segala informasi.
“Memeriksa kebenaran informasi dengan memeriksa sumber informasi resmi, dengan demikian kita jadi pemilih cerdas melahirkan pemimpin yang berkualitas,” tutupnya. (*)
Tiga Warga Jambi Korban Scam di Kamboja Dipulangkan, Satu Menghilang Saat Tiba di Jakarta
Sempat Dibantarkan, Bengawan Kamto Terdakwa Korupsi Kredit BNI Rp105 M Kembali Ditahan
Gandeng KI Jambi, LLDIKTI Sosialisasikan Keterbukaan Informasi Perguruan Tinggi Swasta
BMKG Ingatkan Kemarau Tahun Ini Lebih Kering Dibanding 30 Tahun Terakhir
Gubernur Al Haris: RKPD Provinsi Perlu Jaga Keselarasan dengan Target Nasional
Perkumpulan Hijau Ungkap Karhutla di Lokasi Seismik Petrochina: Lalai, Tak Ada Deteksi dan Mitigasi