Debit Air Naik Lagi, 17 Sekolah di Tebo Diliburkan

Selasa, 09 Januari 2024 - 22:14:37 WIB

kondisi wilayah Tebo yang terendam banjir
kondisi wilayah Tebo yang terendam banjir

IMCNews.id, JAMBI – Musibah banjir di Kerinci dan Tebo belum usai. Sebagian wilayah kedua kabupaten ini masih terendam. Sampai Selasa (9/1/2024), sejak 10 hari terakhir terdata 67 desa di 9 kecamatan di Tebo terendam. Tercatat 14.150 jiwa menjadi korban terdampak banjir.

Dari 9 kecamatan yang terdampak, fi tiga kecamatan air sudah mulai surut. Namun, di 6 kecamatan lainnya debit air malah terus meningkat. Akibatnya, 17 Sekolah terpaksa diliburkan untuk sementara.

Penjabat (Pj) Bupati Tebo, Aspan mengatakan, tiga kecamatan yang banjirnya mulai surut yakni di Kecakatan VII Koto, VII Koto Ilir dan Tebo Ulu. Sedangkan 6 kecamatan lainnya, Tengah Ilir, Tebo Ilir, Tebo Tengah, Serai Serumpun, Sumay dan Muaro Tabir debit air malah terus naik.

Pihaknya bersama TNI-Polri terus melakukan penanganan tgerhadap warga yang jadi korban.  Terutama memberikan bantuan sembako, kesehatan dan evakuasi warga. Khususnya disabilitas yang menjadi fokus utama.

"Kita terus berupaya untuk menyediakan sembako dan layanan kesehatan bagi warga yang terdampak. Sekaligus melakukan evakuasi bagi lansia dan disabilitas" ungkap Aspan.

Menurut Aspan, dia juga mengambil kebijakan meliburkan 17 sekolah di 9 kecamatan terdampak banjir 17.  "17 Sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA kita liburkan. Kegiatan belajar ditiadakan sampai banjir benar benar surut," katanya.

Untuk itu, kata Aspan, pihaknya bersama TNI Polri terus bersiaga dengan mendirikan beberapa posko di setiap lokasi banjir. "Posko selalu siaga, kita bersama TNI Polri terus bersiaga penuh dalam memberikan pelayanan terhadap warga," pungkiasnya.

Sementara di Kerinci banjir masih merendam tiga desa di Kecamatan Danau Kerinci, yakni Desa Tanjung Tanah, Desa Baru dan Desa Simpang Empat.

Miirisnya lagi, sampai Selasa (9/1/2024) kemarin, ada warga tiga desa di Kecamatan Danau Kerinci ini yang terdampak banjir belum menerima bantuan apapun dari pemerintah daerah maupun pemerintah desa.

"Rumah kami terendam, tapi kami sama sekali tidak mendapat bantuan dan dari siapapun. Saat ini air masih merendamkan rumah kami,"ungkap salah seorang warga yang minta namanya tidak ditulis, Selasa (9/1/2023).

Menurut dia, pada Senin malam (8/1/2023) rumah warga kembali terendam banjir lantaran intensitas hujan tinggi. Bahkan sebuah masjid di desa tersebut pun ikut terendam akibat luapan air dari danau Kerinci yang debitnya terus naik. " Setiap hujan turun kami  pasti kebanjiran, lantaran meluapnya air sungai. Ini sudah terjadi sejak lama,"ungkapnya menambahkan.

Sementara itu, Sekretaris BPBD kabupaten Kerinci, Andrizal membenarkan masih ada rumah terendam banjir di desa Tanjung Tanah. Dia mengatakan untuk bantuan tambahan hanya baru di Kecamatan Keliling Danau yang mengambilnya.

"Kalau bantuan tambahan hanya baru kecamatan Keliling Danau. Kalau kecamatan Danau Kerinci silahkan tanya dengan Camatnya,"katanya.

Di bagian lain, Badan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi memprediksi selama sepekan kedepan curah hujan tinggi masih berpeluang terjadi di Jambi. Hujan yang terus mengguyur wilayah Jambi sejak beberapa pekan terakhir, mengakibatkan debit air Sungai Batanghari mengalami kenaikan.  

Petugas pantau pos dua Tanggo Rajo, Ancol Kota Jambi Syahruddin mengatakan berdasarkan catatan yang ia miliki saat ini status air Sungai Batanghari naik menjadi siaga 2.

"Kalau kondisi Sungai Batanghari masih naik, sampai hari ini ketinggian air mencapai 14,42 meter dan sudah masuk level siaga 2," katanya, Selasa (9/1/2024).

Syahruddin meminta masyarakat terus waspada terutama mereka yang tinggal di daerah-daerah yang rawan banjir seperti pulau pandan, niaso dan daerah lainnya. "Takutnya, paling kuat air ini meluap pas malam hari. Apalagi saat ini musim hujan,"ujarnya.

 Namun dia juga memprediksikan kedepan debit air Sungai Batanghari akan terus mengalami kenaikan. "Tapi kalau melihat prediksi kedepan, air Sungai Batanghari akan naik-naik tapi tidak begitulah. Dan saat ini kalau untuk level siaga 1 belum ," pungkasnya. (*)

 



BERITA BERIKUTNYA