IMCNews.id, KERINCI- Banjir dahsyat di Kerinci dan Kota Sungai Penuh tidak hanya merendam ribuan rumah dan merusak sejumlah infrastruktur. Dua orang dilaporkan meninggal dalam bencana terparah yang terjadi awal tahun 2024 ini.
Satu diantaranya balita tertimbun longsor saat berada di kebun milik orang tuanya di wilayah Talang Angin, Tamiai, Kecamatan Batang Merangin. Bocah malang itu sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, longsor di Dusun Talang Angin, Desa Pasar Tamiai itu terjadi pada Selasa dini hari, (2/1/2024) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kepala Desa Ladeh, Gunawan mengatakan korban longsor atas nama Muhammad Rifki (2). Dia ditemukan meninggal dunia. Sementara orang tuanya juga menjadi mengalami luka luka dan trauma.
“Semua korban sudah dilakukan penanganan di Puskesmas Tamiai, pukul 09.30 WIB. Jenazah sudah dibawa keluarga dengan ambulance dari Puskesmas ke Desa Ladeh Kecamatan Depati 7,” jelasnya.
Sebelumnya, korban meninggal lainnya bernama Syafrizal terseret longsor di Perbatasan Desa Lubuk Nagodang dan Siulak Deras, Kabupaten Kerinci, pada Senin (01/01/2024) sore.
Jenzah Syafrizal ditemukan meninggal dunia di Sungai Batang Merao, di Desa Koto Luar, Siulak Mukai, pada Selasa (02/01/2023) pagi sekitar pukul 09.50 WIB.
Gubernur Jambi Al Haris didampingi Pj Bupati Kerinci Asraf melayat ke rumah duka di Koto Baru Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Selasa (02/01/2023) siang.
Pada kesempatan itu, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan duka yang mendalam dan mengucapkan terima kasih kepada almarhum atas dedikasinya sebagai pendidik.
Al Haris juga minta keluarga bersabar menghadapi musibah ini dan mendoakan almarhum diterima amal ibadah dan dilapangkan kuburnya.
“Tugas kita yang hidup doakan beliau. Doa keluarga itulah yang menolong beliau. Mudahan beliau Husnul khatimah. Kami doakan beliau diampuni dosanya, dilapangkan kuburnya, yang tinggal diberikan kesabaran dan keikhlasan,” kata Al Haris.
“Saya Gubernur Jambi dan juga Pj Bupati Kerinci mengucapkan terima kasih kepada beliau atas jasanya. Beliau telah banyak mendidik anak-anak kita,” kata Al Haris.(*)
442 Orang Meninggal Dunia Akibat Bencana di Sumatera, 402 Masih Dalam Pencarian
Sahabat Alam Jambi Bahas Model Kolaborasi Penanganan Banjir Kota Jambi
Debit Sungai Batanghari Terus Naik, Pemkot Jambi Tetapkan Status Siaga I Banjir
Banjir Kepung Jambi, Sejumlah Persoalan Ini Dinilai Jadi Pemicu
Banjir Kepung Kota Jambi, Wawako Diza: Cari Tahu Penyebabnya
Personel Brimob Bantu Evakuasi Warga Terisolir Banjir di Kerinci