IMCNews.ID, Jambi - Kematian dua bocah yang tinggal di Desa Kasang Kota Karang, Kabupaten Muaro Jambi beberapa waktu lalu belum juga terungkap. Belum ada pihak yang diperiksa polisi untuk mengusut kasus itu, baik masyarakat maupun pengembang perumahan.
Kapolsek Kumpeh Ulu Iptu Okto Saragih mengatakan pihaknya baru berencana akan melakukan pemeriksaan. Namun demikian, dirinya belum bisa mengungkap siapa yang akan diperiksa.
“Nanti akan kita mintai keterangan,” katanya.
Menurut dia, kejadian ini tidak menimbulkan riak lagi. Kedua orang tua korban sudah ikhlas atas kepergian korban.
Lantas apakah kasus itu akan dihentikan jika orang tua korban telah ikhlas? Dia terdengar gugup. Dia menyatakan akan memeriksa semua pihak yang ada kaitannya.
“Yang terkait dengan itu akan kita periksa,” ujarnya.
Sebelumnya, Kamis (14/12/2023) lalu, dua bocah di Desa Kasang Kota Karang Kabupaten Muaro Jambi tewas di kolam resapan yang bakal dijadikan lokasi perumahan oleh PT Selincah Mandiri Sejahtera.
Ketua perumahan Fajar Residen, Yasri mengatakan, dua bocah tersebut diduga kuat mandi di kolam yang dibuat oleh PT Selincah Mandiri Sejahtera untuk dijadikan kolam resapan perumahan.
"Itu perumahan baru. Tapi belum dibangun," kata Yasri.
Menurut dia, dua bocah tersebut merupakan anak dari warga perumahan lainnya. Namun untuk lokasi perumahan berada tepat di samping perumahan Fajar Residen.
Adapun identitas korban adalah Rama (9) warga perumahan Griya Asri E3 Desa Kasang Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi.
"Satu korban lagi kemungkinan warga Desa Lopak Alai, nama korban belum diketahui," katanya. (*)
Indonesia Impor 150 Juta Barel Minyak Dari Rusia Bertahap Hingga Akhir 2026
Bulog Sebut Cadangan Beras Jambi Cukup Untuk Lima Bulan Lagi
Pengurus DPW dan DPD PSI se Provinsi Dilantik, Targetkan Jambi Jadi “Kandang” Gajah
Langgar Kode Etik Empat Anggota Polda Jambi Dipecat, Ini Daftar Namanya
DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi Rampungkan Uji Kelayakan Ketua PAC se-Provinsi
PPATK Ungkap Transaksi Janggal Dalam Masa Kampanye Libatkan Ribuan Nama dengan Nilai Triliunan