IMCNews.ID, Jambi - Relawan Prabowo Budiman Bersatu (Prabu) Provinsi Jambi resmi terbentuk. Terbentuknya relawan prabu di Jambi ini dengan niat berupaya lebih luas untuk mengkonsolidasikan dukungan bagi pasangan Prabowo-Gibran jelang Pemilihan Presiden Indonesia 2024.
Jefri Bintara Pardede, Sekretaris Prabu Jambi, mengungkapkan proses pembentukan ini diawali dengan pemberian mandat dari Prabu pusat kepada tiga orang di Jambi, yakni dirinya sendiri, Muhammadiyah dan Perymon Juli.
"Hari ini, kami telah melakukan rapat penting untuk merumuskan struktur kepengurusan. Kami sepakat menunjuk Muhammadiyah sebagai Ketua Prabu Jambi, dan saya sendiri akan bertindak sebagai Sekretaris,” jelas Jefri.
Selain itu, posisi bendahara diisi oleh Widiatmoko. Namun sayangnya, Perymon Juli, salah satu dari tiga orang yang mendapat mandat di awal memilih untuk bergabung dengan Jarnas, relawan lain yang turut mendukung Prabowo Gibran. Menurut Jefri, keputusan ini tidak mengurangi semangat tim.
“Kami tetap solid dan siap tempur untuk memenangkan Prabowo-Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. Setiap anggota memiliki peranan penting dalam mencapai tujuan ini,” tambahnya.
Rencananya, tanggal 21 Januari 2024, sesuai arahan Ketum Prabu, Arvindo, akan digelar pelantikan deklarasi serentak se Provinsi Jambi. Relawan Prabu Jambi berkomitmen untuk bekerja keras dalam menggalang dukungan dari masyarakat.
Kata dia, dengan strategi yang efektif dan kerja sama tim yang solid, mimpi melihat Prabowo-Gibran memimpin Indonesia akan menjadi kenyataan. (*)
Diperkirakan Dihadiri Ribuan Massa, Pengurus PAN se Provinsi Jambi Dilantik Lusa Oleh Zulhas
Ketua DPRD Provinsi Jambi Soroti Aktivitas Ilegal Pemicu Banjir di Sarolangun
Pekerjakan Pembantu Sekarang Tak Bisa Sembarangan, Harus Lapor RT
Gubernur Minta Sudirman Benahi Layanan Bank Jambi dan Kejar Target Kemandirian
Edi Purwanto Dorong Perbaikan Jalan Padang Lamo dan Rantau Rasau Lewat APBN
BPK Ungkap 251 IUP Tambang Beroperasi Tanpa RKAB, Jambi Diduga Masuk Daftar Bermasalah
Prabowo Bawa Semangat Rekonsiliasi Nasional, Tudingan Tak Tahan Jadi Oposisi Dinilai Keliru