IMCNews.ID, Jambi - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi menggelar Workshop Perempuan Teladan, Optimis dan Produktif (TOP) Cerdas digital satukan bangsa.
Acara ini menghadirkan narasumber pejabat BNPT, Nanda Fajar Aditiya, pegiat perempuan dan anak Dra. Haryana Susie, AD., M.A dan dari Komisi Informasi Provinsi Jambi, Siti Masnidar.
Nanda Fajar Aditiya dalam pemaparan materinya mengatakan perempuan memiliki peranan penting dalam pencegahan radikalisme terorisme.
Katanya, tidak sedikit perempuan yang menjadi bagian dari terorisme. Hal itu disebabkan karena pengaruh pikiran.
Banyak sekali kasus terorisme yang terjadi di Indonesia, tidak sedikit yang melibatkan perempuan.
Sementara itu, Dra. Haryana Susie mengatakan peran perempuan di era digital itu sangat penting. Di era kemajuan teknologi, peran perempuan terutama ibu itu sangat penting.
"Kita harus benar-benar mengawasi anak kita, agar tidak menjadi salah satu korban cyber crime oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab," sebutnya.
Kemudian, Komisioner Komisi Informasi Provinsi Jambi Siti Masnidar menyampaikan materi tentang peran perempuan mencegah radikalisme melalui kerarifan lokal dan media sosial.
Menurutnya, di Jambi sendiri banyak sekali bukti toleransi yang dibuktikan dengan adanya kampung pancasila dan kampung kerukunan di Tanjung Jabung Barat serta toleransi masyarakat di sekitar Candi di Muaro Jambi.
"Ini membuktikan bahwa Jambi cukup tinggi tingkat toleransinya dibandingkan Provinsi lainnya," sebutnya.
Katanya, peran perempuan ini sangat penting di media sosial. Karena hampir 50 persen pengguna internet adalah perempuan.
"Bagaimana, kita menggunakan media sosial lebih cerdas, jangan sampai perempuan menjadi penyumbang hoax," ungkapnya. (*)
Walhi Jambi Soroti Delapan Nyawa Melayang di Lubang Tambang Emas Ilegal
Komisi I DPRD Jambi ke KPID DKI: Pengawasan Penyiaran Tak Bisa Lagi Sekedar Reaktif
Delapan Penambang Tewas Tertimbun Longsor Tambang Emas di Limun Sarolangun
Islamic Center Jambi Direncanakan Bakal Dijadikan Pusat Pendidikan
Saat Ruang Hidup Kian Terjepit, Orang Rimba Jambi Rentan Jadi Korban Konflik
Tiga Bulan Belum Terima Gaji, Nasib Guru Honor di Kota Jambi Memprihatinkan