IMCNews.ID, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani menanggapi santai pernyataan dari Calon Wakil Presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming Raka yang ingin menaklukkan Jawa Tengah (Jateng) pada Pilpres 2024 mendatang.
Sebagaimana diketahui, Jateng merupakan basis yang menjadi kandang partai berlambang banteng moncong putih.
Kata Puan, semua calon pasti ingin menang termasuk juga di Jateng. Bukan hanya Prabowo-Gibran maupun Anies-Muhaimin, tapi juga Ganjar-Mahfud.
Untuk mendapatkan suara, tentu semua pasangan punya strategi masing-masing. Puan meyakini Jateng akan menjadi milik Ganjar-Mahfud dengan peraih suara terbanyak.
"Kita fokus saja dengan apa yang akan kita lakukan. Semuanya insya Allah optimis (kemenangan Ganjar-Mahfud," kata Puan di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta melansir dari CNBC Indonesia.
Untuk diketahui, Cawapres Prabowo, Gibran Rakabuming Raka mengakui Jateng adalah kandang banteng yang sulit ditaklukkan.
Namun dia yakin dapat menang di Jateng dengan dukungan masyarakat.
"Jawa tengah ini tidak mudah, bukan basis kita. Saya yakin dengan semangat bapak ibu semua, dengan semangat teman-teman semua, Jawa Tengah bisa kita taklukkan," kata Gibran saat menghadiri dialog di Joglo Jembar, Keji Muntilan, Rabu (1/11/2023) lalu.
Oleh karena itu, Gibran memutuskan untuk melakukan safari politik di Jawa Tengah demi menggenjot elektoralnya di daerah tersebut. Tak hanya itu, Gibran juga bakal memfokuskan kerja para relawannya di daerah yang sempat dipimpin oleh Ganjar Pranowo tersebut.
"Kenapa Jawa Tengah harus saya putari dulu, karena Jawa Tengah ini paling berat. Makanya bapak ibu semua, teman-teman relawan ini nanti kerja kerasnya lebih difokuskan di Jawa Tengah," jelas Gibran. (*)
Operasi Patuh Siginjai 2026 Bakal Dimulai 8 Juni, Sasar Plat Nomor Bodong dan ETLE
Pemprov Jambi Beberkan Dasar Hukum Hibah Untuk Instansi Vertikal
Warga Pematang Sulur Dilaporkan Hilang Saat Mancing di Buluran Kenali
Mantan Wamenaker Divonis 4,5 Tahun Penjara Kasus Korupsi Pengurusan Sertifikasi K3
Gubernur Al Haris: Ponpes Tak Tergantikan Bentuk Akhlak dan Pengetahuan Generasi Muda