IMCNews.ID, Jakarta - Layanan paylater dari aplikasi Akulaku yang merupakan milik PT Akulaku Finance Indonesia telah dibatasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pendiri yang diketahui juga sebagai CEO Akulaku adalah William Li. William menempuh pendidikan di Tsinghua University dengan jurusan hukum pada tahun 2002 hingga 2006.
Lalu, ia melanjutkan kuliahnya di Washington and Lee University pada tahun 2006 hingga 2007 dengan jurusan yang sama, yaitu hukum.
Sebelum membangun Akulaku, William pernah bekerja di firma hukum King & Wood Mallesons dan menjadi investment manager di PING AN Insurance.
William juga memiliki rekan yang membantunya membangun Akulaku, yaitu Gordon Hu yang merupakan developer senior di China. Akulaku didirikan pada akhir 2014.
Mereka merilis aplikasi Akulaku di Indonesia dan Malaysia pada tahun 2016, lalu disusul di Filipina. Mulanya, aplikasi tersebut merupakan aplikasi e-commerce dengan sistem pembayaran buy now pay later.
Namun, lambat laun mereka mulai mengembangkan aplikasinya dan menambahkan fitur pinjaman tunai di aplikasinya serta fitur-fitur bank digital. (*)
Upaya PT SAS Selamatkan Hutan Lindung Gambut Londerang dari Karhutla
Gubernur Al Haris Tinjau Korban Kebakaran di Cempaka Putih, Pastikan Bantuan Segera Disalurkan
Masyarakat Diminta Ikut Jaga Jalur Pipa Migas dan Tingkatkan Kesiagaan Kebakaran
Gus Kikin Terpilih Sebagai Ketua Umum PBNU, KH Miftachul Akhyar Rais Am
Dampak Asap, Pembelajaran Jarak Jauh Siswa PAUD hingga SMP di Kota Jambi Diperpanjang
Kejati Jambi Bagikan Ribuan Masker dan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
PHE Jambi Merang Terima Penghargaan Indonesia Best Social Responbility Awards